IHSG Dilanda Aksi Jual, Rupiah Menguat 

 

fokusmedan :  Kondisi pasar saham pada perdagangan hari ini ditutup melemah 1,18% di level 5.100,87. Kinerja pasar saham dilanda aksi profit taking dikarenakan memanfaatkan tren kenaikan pada perdagangan hari jumat dan senin yang sempat naik di atas 2%.

Sementara itu mata uang Rupiah justru mengalami penguatan di kisaran level 14.845 per US Dolar.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, data surplus neraca dagang tidak mampu menyelamatkan IHSG. Karena surplus neraca perdagangan justru memunculkan penilaian bahwa perputaran ekonomi nasional tidak ditopang dengan penyediaan bahan baku penolong dalam jumlah seperti biasanya.

“Sehingga Surplus mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi kedepan masih bermasalah,” katanya, Selasa (15/9/2020).

IHSG justru kian terpuruk setelah data tambahan pasien Covid-19 di tanah air mencapai 3.500 jiwa lebih dalam sehari. Dan yang tak kalah mengkhawatirkan adalah bahwa asing membukukan transaksi jual bersih atau net sell sebanyak 1,1 triliun.

Aksi jual asing tersebut memicu terjadinya tekanan pada pasar saham, di mana saham perbankan yang menjadi motor pelemahan pada perdagangan hari ini. Transaksi jual asing tersebut perlu diwaspadai dikarenakan asing sebelumnya juga melakukan penjualan bersih disaat kondisi IHSG ditutup di zona hijau.

Sementara itu, serangan AS yang kembali memblokir sejumlah produk dari China turut memicu terjadinya tekanan pada mata uang US Dolar. Kinerja mata uang US Dolar dihadapan banyak mata uang Negara lain memang tidak begitu baik pada hari ini. Sejumlah asset berisiko di negara berkembang kembali diminati seiring dengan perkembangan vaksin yang sejauh ini menunjukan perkembangan positif.

“Dan vaksin serta pasien corona maupun perkembangan di dunia medis akan tetap menjadi sentimen penggerak utama pasar keuangan. Setidaknya sampai benar-benar vaksin itu ditemukan dan didistribusikan menyeluruh ke masyarakat,” pungkasnya.(ng)