Ridwan Kamil Besok Jalani Penyuntikan Uji Klinis Vaksin Covid-19

fokusmedan : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengonfirmasi dirinya bisa melanjutkan tahapan uji klinis calon Vaksin Covid-19 asal perusahaan China, Sinovac. Ia memastikan negatif dari virus corona berdasarkan hasil swab tes pada pemeriksaan pertama.

Ia dijadwalkan melakukan kunjungan/tahap kedua (V1) berupa penyuntikan pertama sebagai relawan uji klinis tersebut di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (28 /8). Selepas itu, kondisi tubuhnya akan dimonitor secara ketat dan berkala.

“Saya dilaporkan negatif. Sehingga lolos untuk mengikuti penyuntikan pertama di puskesmas Garuda lagi. Pemberian vaksin akan berlangsung dua tahap di kunjungan ketiga, dan dicek darah,” kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (27/8).

Untuk menghadapi jadwal penyuntikan vaksin, Ridwan Kamil mengaku lebih mengontrol pola makan dan tidur agar kondisi tubuhnya tetap sehat. Jadwal atau agenda kegiatan kedinasan pun akan dikurangi.

“Untuk persiapan saya jaga tidur, enggak makan macam-macam. Karena vaksin ini kuncinya, jangan sampai (relawan uji klinis) sakit, si peneliti menduga sakit ini karena vaksin, padahal sakitnya gara-gara gaya hidup, angin anginan. Ini kan mengaburkan (hasil penelitian),” ucap dia.

“Saya juga mengurangi yang sifatnya (agenda kedinasan) yang jauh-jauh. (kegiatan kedinasan) Dibatasi kegiatan tetapi tidak mengubah frekuensi. Misalnya, dari sembilan agenda jadi lima agenda,” pungkasnya.

Diketahui, selain melakukan uji usab (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR) serta pengecekan tinggi badan, berat badan, dan riwayat kesehatan, Kang Emil juga mendapat penjelasan terkait risiko uji klinis hingga menandatangani perjanjian sukarela sebagai relawan di kunjungan pertama itu.

Totalnya, proses uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac oleh BUMN Bio Farma dan FK Unpad ini berlangsung dalam lima kurang lebih enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika uji klinis berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal di awal 2021.(yaya)