Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Ganti Provider dan Pelajar Sulit Belajar Online

fokusmedan : Jaringan provider Telkomsel di Pekanbaru lumpuh total sejak Selasa (11/10). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru Burhan Gurning yang sempat berkomunikasi dengan pihak Telkomsel menyebut gangguan bisa berlangsung hingga satu pekan.

Hal ini membuat masyarakat ramai-ramai beralih ke kartu lain, selain Telkomsel. Apalagi, rata-rata masyarakat Pekanbaru lebih akrab dengan Telkomsel dibanding penyedia layanan lain.

Salah satu penjual kartu di Jalan Kaharuddin Nasution, Bandi, mengaku sejak siang ramai masyarakat membeli kartu baru di tokonya. Dia mengaku kewalahan karena juga harus meregestrasi ulang kartu yang diminta pembeli.

“XL itu harus registrasi, saya bantuin warga untuk registrasi dengan KK dan KTP yang bersangkutan. Tidak semua warga bisa registrasi,” katanya. Dikutip dari Liputan6.com.

Bandi menceritakan, pagi hari masih ada ratusan kartu perdana baru di tokonya. Sejak siang, kartu perdana itu ludes diserbu masyarakat yang awalnya memakai Telkomsel.

“Kartu Tree, IM3 itu sudah habis sejak tadi karena tidak sulit registrasi. Ini tinggal XL saja lagi, itupun beberapa,” kata Bandi.

Sejak tokonya diserbu masyarakat, Bandi mengaku tak sempat minum karena harus melayani pembeli kartu perdana.

“Biasanya saya berdua, sekarang sendirian karena karyawan tak masuk,” jelasnya.

Sementara, warga bernama Santi, mengaku harus membeli kartu perdana selain Telkomsel karena gangguan jaringan ini.

“Katanya gangguan seminggu, jadi beli kartu lain agar bisa menelepon dan internetan,” kata Santi.

Hingga Rabu siang, layanan seluler dan paket data Telkomsel di Pekanbaru masih lumpuh. Hal ini membuat proses belajar secara daring tidak bisa dilakukan sejak Plasa Telkom di Jalan Hang Tuah terbakar pada Selasa petang, 11 Agustus 2020.

Seperti diutarakan Suci Fitriani, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru. Dia menyebut e-learning yang diterapkan sekolah sejak pandemi Covid-19 tidak bisa diakses lagi.

“Jaringannya enggak ada, sehingga e-learning tak bisa diakses hari ini,” kata Suci, Rabu (12/8).

Sebagai solusi, Suci mengirim materi pelajaran untuk siswa dan siswi melalui WhatsApp Group. Hanya saja, masih banyak siswa yang mengirimkan tugas kepada guru.

Nurizal, guru lainnya, harus menggunakan provider lain karena Telkomsel tidak bisa diakses sejak Selasa petang. Dia pun menyebut pengiriman terkendala karena tidak semua siswa menggunakan provider lain selain Telkomsel.

“Saya pakai kartu 3 saat ini, begitu cara mengatasinya saat ini,” kata Nurizal.

Meski sudah menggunakan provider lain, Nurizal menyebut pengiriman tugas ke WA Group juga mengalami kendala. Dia pun harus bersabar menunggu pengerjaan tugas dari siswa.

“Anak-anak yang mau mengirimkan tugas terhambat, banyak yang pending pengirimannya,” sebut Nurizal.

Siswi MAN 2, Aylin menyebut proses belajar daring berhenti sejak Selasa siang kemarin. Hingga Rabu petang, dia menyebut tidak belajar sama sekali karena tidak tahu tugas apa yang dikerjakan.

“Biasanya penugasan lewat WA, tapi data Telkomsel sudah tidak bisa,” kata Aylin.

Dia menambahkan sudah ke sekolah tapi hanya untuk mengambil buku dan mengantarkan tugas sebelum Telkomsel lumpuh. Di sekolah, Aylin menyebut guru akan mengirim tugas ke WA.

“Sesekali ada jaringan tapi tugasnya gak bisa diakses, ini masih menunggu Telkomsel baik lagi,” kata Aylin.

Aylin mengaku tak ingin beralih ke provider lain karena harus mengeluarkan biaya lagi. Satu-satunya jalan saat ini bagi Aylin adalah menunggu sehingga penugasan masuk ke telepon Android-nya.

Sebelumnya diberitakan, jaringan Telkomsel di Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya di Riau tidak bisa diakses sejak Selasa siang. Hal ini disebabkan Gedung Telkom dan Grapari Telkomsel di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, terbakar.

Di gedung beberapa lantai itu, tampak asap pekat membumbung ke udara. Jilatan api masih terlihat di beberapa lantai tempat operator Telkom, Telkomsel, serta provider internet lainnya beroperasi itu.

Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pekanbaru menurunkan delapan mobil pemadam. Hingga Selasa sore, pemadaman masih berlangsung.

Kepala Damkar dan BPBD Pekanbaru Burhan Gurning menjelaskan, api diduga berasal dari lantai dua gedung Telkom. Api diduga berasal dari percikan korsleting listrik di lantai itu.

“Kebetulan siang tadi lewat sini, sedang memegang HT. Lihat asap pekat langsung saya hubungi anggota karena jaringan telepon Telkomsel tidak bisa dipakai,” kata Burhan.

Burhan sudah berkomunikasi dengan pihak Telkom. Pihak perusahaan mengakui akibat kebakaran ini menyebabkan jaringan seluler dan internet di Pekanbaru lumpuh total.

“Gangguan ini kalau dari keterangan orang Telkom tadi, bisa satu minggu. Tapi kita berharap Telkomsel seger memperbaikinya,” kata Burhan.

Terpisah, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo di Jakarta meminta maaf kepada para pelanggan khususnya yang terdampak atas ketidaknyamanan ini.

“Disamping itu juga kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulihan peristiwa ini serta kepada pelanggan yang senantiasa setia pada layanan TelkomGroup,” katanya.(yaya)