Soal Keraguan Megawati, PAN Nilai Kualitas Pemimpin Tak Bisa Dilihat dari Umur

fokusmedan : Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay, tak sepakat bila keberhasilan seorang pemimpin hanya dinilai dari usianya. Pernyataannya, menanggapi ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal regenerasi calon presiden 2024 hingga meragukan kalangan milenial yang terjun ke dunia politik tanpa pengalaman.

Menurutnya, kepemimpinan seseorang tak bisa dilihat dari segi umur atau analisa kuantitatif saja dengan tolak ukur umur.

“Maksudnya pernyataanya kan ukuran umur tadi seakan-akan kalau umur seseorang semakin tua itu dianggap semakin mampu semakin berkualitas. Padahal sebetulnya banyak juga orang tua yang kurang memiliki kapasitas. Begitu juga sebaliknya, kalau penyebutan milenial itu sudah mampu. Kan belum tentu,” ujar Saleh saat dihubungi merdeka.com , Senin (12/8).

Sebab menurut Saleh, keberhasilan seorang dalam memimpin itu justru dibuktikan dari kapasitas personalnya dan kualitas dirinya dalam melihat suatu masalah.

“Banyak juga tokoh-tokoh dunia yang masih muda sudah memimpin Presiden, Perdana Menteri, Ketua DPR, bahkan sejarah Indonesia juga mencatat tokoh-tokoh muda yang hebat, seperti Jenderal Sudirman di usia 30 tahun sudah menjadi pemimpin pergerakan pasukan melawan Belanda. Termasuk Soekarno dan Hatta yang di usia muda jadi masa keemasannya,” terangnya.

Kendati demikian, Saleh melihat apa yang disampaikan Megawati bisa dijadikan sebagai perenungan bagi kaum milenial untuk mulai mempersiapkan dan menunjukkan bukti kualitas diri.

“Jadi itu catatan penting juga tapi. Walaupun demikian kita harus membuka ruang terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin muda. Dengan syarat tak ada pemaksaan jika tak mampu,” kata Politisi PAN.

Saleh tak menampik bahwa potensi anak-anak muda untuk memimpin saat ini sangatlah besar.

“Tapi yang jelas mereka tidak diukur berdasarkan jumlah usia, jadi tidak adanya pimpinan milenial untuk kaum muda atau pemimpin kolonial untuk kaum tua. Yang harus dilihat yakni kualitas pemimpin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Megawati mengatakan bahwa bukan hanya Indonesia, tapi hampir di seluruh dunia, 2024 adalah tahun regenerasi. Dia lalu menyampaikan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, masa itu adalah waktunya bagi kalangan milenial untuk memimpin.

“Kita sudah dengar bahwa Bapak Presiden kita bilang itu saatnya kalangan milenial. Pertanyaannya, kan keren ya milenial, kayaknya wah, wawasannya banyak, wawasannya sangat ke depan. Pertanyaan saya, apakah benar demikian? Seperti tadi yang saya katakan, keilmuan dari suatu manusia terbukti, jika dia dapat melakukan sebuah hal, gerakan yang dinamakan mengorganisir rakyat, memberikan tujuan kepada rakyat,” jelas Megawati.

Maka itu, bagi dia, yang penting adalah pemimpin ke depan bisa menjalankan konstitusi negara saat memerintah.

“Keilmuan itu dari suatu manusia terbukti dia dapat melakukan sebuah hal gerakan yang dinamakan mengorganisir rakyat, memberikan tujuan kepada rakyat. Mau dibawa ke mana, pasti semuanya adalah menjalankan konstitusi republik kita ini,” tutur Megawati.(yaya)