Debu Vulkanik Berpotensi Sampai ke Aceh, Ini 7 Fakta Erupsi Gunung Sinabung

fokusmedan : Sejak Sabtu (8/8) pekan lalu, Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut), erupsi untuk pertama kalinya setelah erupsi terakhir pada Juni 2019. Pada Senin (10/8) Gunung Sinabung kembali erupsi sekitar pukul 10.16 WIB.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Badan Geologi, dan PVMBG, Armen Putra. “Iya, kembali erupsi, tadi,” kata Armen, Senin (10/8) dilansir dari Liputan6.com.

Sementara itu, Kota Berastagi di Kabupaten Karo terdampak erupsi Gunung Sinabung. Akibat erupsi ini, Kota Berastagi diselimuti abu vulkanik. Bahkan, tebalnya abu vulkanik menyebabkan jalan raya di seputaran Kota Berastagi tertutup.

Berikut fakta-fakta terkait erupsi yang terjadi di Gunung Sinabung:

Kolom Abu Capai 5.000 Meter

Gunung Sinabung kembali erupsi pada Senin (10/8) pukul 10.16 WIB. Tinggi kolom abu erupsi ini mencapai 5.000 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi G Sinabung, Sumatra Utara pada 10 Agustus 2020 pukul 10:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m di atas puncak (± 7.460 m di atas permukaan laut),” info Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, PVMBG, Badan Geologi, KESDM dalam siaran tertulisnya.

Kolom abu erupsi Gunung Sinabung pagi ini teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Status Siaga

Hingga saat ini, PVMBG memastikan, status Gunung Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).

PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Juga di lokasi dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km di timur-utara.

Masyarakat juga diminta untuk memakai masker jika terjadi hujan abu. Bagi yang berada serta bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar waspada terhadap bahaya lahar.

Aktivitas Bandara Kualanamu Tidak Terganggu

Erupsi Gunung Sinabung hingga saat ini belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Hal tersebut disampaikan oleh (Plt) Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu, Paulina Simbolon.

“Sampai saat ini dilaporkan belum ada berdampak pada aktivitas di Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang,” kata Paulina, Senin (10/8).

Paulina mengatakan, saat ini kondisi di Bandara Kualanamu berjalan lancar dan aman. Pihaknya akan terus memberikan informasi update terkait kondisi penerbangan di bandara tersebut.

Ribuan Hektare Kebun Terancam Gagal Panen

Namun, tingginya intensitas erupsi Gunung Sinabung dalam beberapa hari ini berdampak pada ribuan hektare kebun milik warga di Kabupaten Karo, yang terancam gagal panen.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba mengatakan, ribuan hektare kebun milik masyarakat tersebut di antaranya berada di Kecamatan Merdeka, Namanteran, Berastagi, dan Dolat Rayat. Namun, yang paling parah terdampak erupsi adalah kebun milik warga di Kecamatan Namanteran

“Kebun warga terdampak akibat diselimuti oleh abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung,” kata Metehsa.

Debu Vulkanik Berpotensi Sampai ke Medan

Dilansir dari Antara, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin menyebutkan debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung yang ada di daerah setempat berpotensi bisa meluas hingga ke Kota Medan.

“Hal itu tergantung arah dan kecepatan angin yang membawa debu vulkanik sampai ke Medan,” ujar Natanail.

Ia menyebutkan, saat ini debu vulkanik tersebut sudah sampai dibawa angin hingga ke Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Tak Ada Warga yang Mengungsi

Natanail juga menyatakan, masyarakat tidak ada yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung.

“Selama dua kali terjadinya erupsi Sinabung, tidak ada warga maupun petani diungsikan ke tempat yang cukup aman,” ujar Natanail pada Senin (10/8).

Ia menyebutkan warga tidak perlu dipindahkan ke lokasi yang aman, karena erupsi Gunung Sinabung itu jauh lokasinya dari pemukiman masyarakat.

Debu Vulkanik Berpotensi Masuk ke Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar memprediksi debu vulkanik Gunung Sinabung kemungkinan besar akan masuk ke wilayah Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metrologi Aceh, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin (10/8)  mengatakan debu vulkanik erupsi gunung Sinabung juga terlihat atau terdeteksi bergerak ke arah barat dan barat laut.

Ia mengatakan, empat daerah yang terdampak yaitu Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya.(yaya)