Pejabat Lebanon yang Mati Secara Mencurigakan Pernah Minta Pemusnahan Amonium Nitrat

fokusmedan : Seorang pejabat Lebanon yang meninggala secara mencurigakan pada 2017 pernah meminta pemusnahan 2.750 ton amonium nitrat yang tiba di Pelabuhan Beirut pada 2013, menurut sebuah dokumen 2014 yang dibagikan media Lebanon pada Kamis.

Kolonel Joseph Skaf, Kepala Divisi Pengendalian Obat Bea Cukai Lebanon pada saat itu menulis: “Kami menginformasikan Anda bahwa divisi ini menerima informasi tentang adanya kapal Rhosus di Pelabuhan Beirut. Kapal itu bermuatan amonium nitrat, yang digunakan dalam bahan peledak, sangat berbahaya dan bisa menjadi ancaman keselematan masyarakat.”

Skaf meminta pihak berwenang memindahkan kapal tersebut dari dermaga dan menempatkannya dalam pengawasan, menurut dokumen tersebut, dilansir Alarabiya, Jumat (7/8).

Kolonel Skaf meninggal pada 2017, tetapi penyebab kematian tidak ditentukan secara pasti karena ada dua laporan otopsi yang saling bertentangan.

Koran besar Lebanon An-Nahar melaporkan pada saat itu: ÔÇťApakah kaki pensiunan Kolonel Joseph Skaf terpeleset atau dia terlempar dari ketinggian tiga meter? Sebuah pertanyaan yang masih belum terjawab, terutama setelah dua laporan forensik kontradiktif yang ditugaskan oleh Jaksa Penuntut Umum dari dua pemeriksa medis,” mengutip sebuah sumber di Pasukan Keamanan Internal (ISF) Lebanon.

Sumber ISF mengatakan pada saat itu: “Salah satu dari dua laporan menyatakan insiden itu kecelakaan, dan yang lainnya menegaskan bahwa itu disengaja karena menemukan memar di kepala almarhum.”

Timbunan amonium nitrat di Pelabuhan Beirut meledak pada Selasa, menewaskan sedikitnya 137 orang dan melukai lebih dari 5.000 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan selama bertahun-tahun tanpa tindakan pengamanan.(yaya)