Realisasi Pembiayaan Utang Semester I-2020 Capai Rp 421 Triliun

fokusmedan : Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman mencatat realisasi pembiayaan utang hingga semester I-2020 sudah mencapai 34,5 persen atau Rp 421,5 triliun terhadap target.Pembiayaan utang tersebut bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN) di pasar domestik melalui lelang dan non-lelang.

“Pembiayaan utang, realisasi semester I sudah mencapai Rp 421,5 triliun, di mana SBN nettonya sudah mencapai Rp 430,4 triliun. Jadi SBN valas kita ada berapa? semester I sudah USD 9,9 miliar, atau Rp 145 triliun. Ada 3 penerbitan global bond, di Januari, April, dan global sukuk di bulan Juni. Kita terbitkan SBN ritel 2 kali dan cash wakaf link sukuk,” kata Luky di Jakarta, Jumat (24/7).

Adapun nilai dari ketiga global bond tersebut penerbitan SBN ritel sebesar Rp 14,4 triliun. Ini termasuk penerbitan sukuk wakaf. Pengertian pinjaman program USD 1,8 miliar, dan penarikan pinjaman proyek Rp 5,3 triliun.

“Ini salah satu contoh yang kita lakukan dalam pengelolaan risiko. Misalnya ada outstanding utang, kitake ADB karena saat ini Euro dan Yen sedang murah. Kemudian kita konversikan, kita negosiasikan dengan lembaga mitra kita, ADB (Asian Development Bank), akhirnya kita bisa mengconvert sampai USD 8,3 miliar,” imbuhnya.

“Memang kita bayar dalam bentuk Euro, tapi suku bunganya itu sudah hampir 0 persen. Jadi sangat kecil. Nah itu salah satu contoh bagaimana kita mengelola portofolio risiko kita,” jelasnya.(yaya)