Hipertensi Jadi Penyakit Penyerta Paling Rentan Positif Covid-19

fokusmedan : Hipertensi merupakan penyakit paling rentan positif terinfeksi Covid-19. Dari total 89.869 kasus positif di Indonesia, 50,9 persennya merupakan pasien dengan penyakit penyerta hipertensi.

Dikutip dari www.covid-19.go.id pada Rabu (22/7), selain hipertensi, diabetes melitus juga cukup berkontribusi pada tingginya kasus Covid-19. Tercatat ada 34,4 persen pasien dengan penyakit diabetes melitus, 20,4 persen dengan penyakit penyakit jantung dan 10,5 persen disertai penyakit paru obstruktif kronis.

Penyakit penyerta dengan gangguan napas lain sebanyak 6,5 persen, penyakit ginjal 6 persen, hamil 4,4 persen dan asma 2,5 persen. Kemudian penyakit hati 2,1 persen, gangguan imun 1,6 persen, kanker 1,6 persen dan TBC 1,6 persen.

Pada kasus positif Covid-19, gejala yang paling banyak muncul adalah batuk, yakni 70,7 persen, riwayat demam 48,3 persen, demam 37,7 persen, sesak napas 34,4 persen dan lemas 30,4 persen. Ada juga pilek sebanyak 25,7 persen, sakit tenggorokan 24,9 persen, sakit kepala 22,5 persen, mual 19 persen dan keram otot 15,4 persen.

Berikutnya, menggigil 8,7 persen, sakit perut 7,6 persen, diare 7,4 persen dan lain-lain 0,6 persen.

Kasus Meninggal Covid-19 Paling Banyak di Atas 60 Tahun

Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 4.320 orang. Dari jumlah tersebut, korban terbanyak berusia di atas 60 tahun.

Dikutip dari www.covid-19.go.id pada Rabu (22/7), 40,9 persen atau 1.767 kasus meninggal berumur di atas 60 tahun. Posisi berikutnya didominasi kasus berumur 46 sampai 69 tahun.

Tercatat ada 39,6 persen atau 1.711 orang meninggal karena Covid-19 pada rentang usia 46 sampai 69 tahun. Kemudian 13,8 persen 596 kasus meninggal berusia 31 sampai 45.

4 Persen atau 173 orang meninggal akibat Covid-19 berumur 18 sampai 30 tahun, 1 persen atau 43 orang berusia 0 sampai 5 tahun dan 0,7 persen atau 30 orang lainnya berusia 6 sampai 17 tahun.

Berbeda dengan kasus meninggal, pasien sembuh dari Covid-19 mayoritas berumur 31 sampai 45 tahun. Tercatat ada 31,1 persen atau 15.073 orang.

Sementara pasien sembuh berumur 18 sampai 30 tahun ada 24,6 persen atau 11.923 orang. Pasien sembuh berumur 46 sampai 59 tahun ada 24,5 persen atau 11.874.

Berikutnya, pasien sembuh berumur di atas 60 tahun sebanyak 11,1 persen atau 5.380 orang. Pasien sembuh berumur 6 sampai 17 tahun sebanyak 6,3 persen atau 3.053 dan 0 sampai 5 tahun ada 2,4 persen atau 1.163 orang.(yaya)