Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah karena Kekhawatiran Peningkatan Kasus Covid-19

fokusmedan : Nilai tukar atau kurs Rupiah yanh  ditransaksikan antarbank di Jakarta berpotensi tertekan di perdagangan Rabu (8/7). Salah satunya dipicu kekhawatiran pasar terhadap terus naiknya jumlah kasus positif corona.

Pada pukul 09.32 WIB, Rrupiah masih menguat 43 poin atau 0,3 persen menjadi Rp14.397 per USD dari sebelumnya Rp14.440 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, Rupiah bisa tertekan hari ini terhadap dolar AS karena kekhawatiran pasar mengenai peningkatan kasus Covid-19 kembali membayangi pergerakan pasar.

“Pelaku pasar khawatir peningkatan kasus Covid-19 ini akan menyebabkan pemulihan ekonomi terganggu,” ujar Ariston.

Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) melaporkan kenaikan laju kasus positif Covid-19 pada Juni yang bisa menyebabkan kenaikan tingkat kematian akibat wabah tersebut ke depannya.

Sementara itu, sejumlah pejabat Bank Sentral AS The Federal Reserve semalam juga mengindikasikan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi karena Covid-19.

Perkiraan Rupiah

Tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat melemah kembali dari kisaran 0,7 persen ke 0,64 persen, yang mengindikasikan tingginya permintaan aset aman dolar AS.

Ariston memperkirakan Rupiah akan bergerak melemah ke arah resisten di Rp14.550 per USD, dengan level support di kisaran Rp14.440 per USD.

Pada Selasa (7/7) lalu, Rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,35 persen menjadi Rp14.440 per USD dari sebelumnya Rp14.490 per USD.(yaya)