Lama Dinantikan, Gajah Sumatra Ini Akhirnya Melahirkan Setelah 22 Bulan Hamil

fokusmedan : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyambut gembira kelahiran seekor bayi gajah sumatra. Kehadiran satwa berbelalai panjang ini kini menambah populasi gajah sumatra di kawasan ini.

Bayi gajah ini lahir dari induknya yang bernama Ngatini. Ngatini akhirnya berhasil melahirkan setelah 22 bulan hamil di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar. Pasangan dari gajah Robin itu melahirkan anak pertama dengan jenis kelamin jantan.

Lahir dalam Keadaan Sehat

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menjelaskan, anak dari Ngatini dan Robin itu lahir pada Jumat  (3/7) pukul 05.00 WIB. Anak gajah ini memiliki berat 50 kilogram dan terpantau dalam keadaan sehat.

Suharyono sudah ke lokasi bersama dokter dari klinik BBKSDA Riau, drh Rini Deswita dan drh Danang mengecek kesehatan anak gajah itu.

“Tadi diberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, penambah darah dan nafsu makan,” kata Suharyono, Jumat (3/7) dilansir dari Liputan6.com.

Induknya Berumur 22 Tahun

Suharyono menyebutkan, anak gajah tersebut kini sudah mulai menyusu pada induknya.

Sang induk Ngatini, yang saat ini berumur 22 tahun juga terlihat sehat dan bersemangat menyantap makanan yang telah disiapkan para pawang.

Diberi Nama Damar

Bayi gajah tersebut sudah diberi nama Damar. Nama ini merupakan pemberian Gubernur Riau Syamsuar yang merujuk pada nama jenis pohon yang bisa juga bermakna pelita.

Kelahiran yang Sudah Lama Dinantikan

Suharyono menyebut kelahiran gajah ini bisa menambah semangat dalam melestarikan dan menjaga populasinya. Ia juga mengatakan senang karena kelahiran ini sudah lama dinantikan.

“Saya gembira menyambut kelahiran yang telah lama dinantikan,” kata Suharyono.

Berharap Semua Pihak Serius dalam Menjaga Kelestarian Gajah Sumatra

Kehadiran bayi gajah ini, kata Suharyono, merupakan bukti bahwa taman wisata alam itu masih cukup kondusif mendukung kehidupan dan kelestarian satwa liar dilindungi.

“Semoga kelahiran bayi Gajah ini menjadi pertanda bagi keseriusan semua pemangku kepentingan dalam melestarikan Gajah Sumatra di bumi Melayu,” imbuh Suharyono.(yaya)