Korea Selatan Konfirmasi Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua

fokusmedan : Para pejabat kesehatan di Korea Selatan percaya negara itu akan bisa melewati gelombang kedua infeksi virus corona, di mana tercatat kasus yang relatif rendah. Negara ini banyak dipuji karena sukses menangani pandemi Covid-19, tetapi sekarang diperkirakan pandemi masih berlanjut.

Dilansir dari BBC, Selasa (23/6), Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Korea (KCDC), Jung Eun-kyeong, mengatakan gelombang pertama berlangsung hingga April.

Namun sejak Mei, kelompok kasus baru telah berkembang, termasuk wabah di klub malam di ibu kota negara, Seoul.

Di antara periode-periode tersebut, kasus harian yang dikonfirmasi turun dari hampir seribu menjadi nol yang tercatat selama tiga hari berturut-turut.

Pada Senin, pejabat mengatakan selama 24 jam terakhir, tercatat ada 17 infeksi baru dari berbagai klaster baik di kantor dan gudang penyimpanan barang.

Dr Jeong mengatakan, adanya peningkatan kasus baru bisa disimpulkan bahwa negaranya berada dalam cengkeraman gelombang kedua infeksi, dan memperkirakan akan terus berlanjut.

KCDC mengatakan gelombang pertama tidak pernah benar-benar berakhir sampai saat ini.

Tetapi menurut Jeong, liburan akhir pekan di awal Mei menandai awal gelombang infeksi baru yang difokuskan di wilayah Seoul yang meluas, yang sebelumnya hanya muncul beberapa kasus.

Sebelumnya pada Senin, kota Daejeon, selatan Seoul, mengumumkan akan melarang pertemuan di ruang publik seperti museum dan perpustakaan setelah sejumlah klaster infeksi ditemukan.

Wali Kota Seoul juga memperingatkan kemungkinan akan kembali memberlakukan penerapan jarak sosial yang ketat, jika kasus rata-rata 30 lebih selama tiga hari ke depan dan jumlah pasien di rumah sakit kota melebihi 70 persen.

Korea Selatan tak pernah menerapkan lockdown tapi memberlakukan penerapan jarak sosial yang ketat, di samping penelusuran agresif, melacak dan melakukan tes sebagai strategi memerangi virus.

Sebanyak 280 orang meninggal sejak negara itu melaporkan kasus pertamanya pada 20 Januari. Secara keseluruhan, lebih dari 12.000 infeksi tercatat dan diperkirakan saat ini masih ada 1.277 kasus aktif di negara ini.(yaya)