Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp 14.077 per USD

fokusmedan : Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuasi di perdagangan hari ini, Kamis (18/6). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp 14.063 per USD, atau menguat tipis dibanding perdagangan kemarin di Rp 14.082 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus menguat ke level Rp 14.025 per USD usai pembukaan, namun kemudian melemah ke level Rp 14.055 per USD. Meski sempat menguat kembali ke Rp 14.045, namun Rupiah kembali melemah dan saat ini berada di Rp 14.078 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah dipengaruhi oleh rencana stimulus The Fed untuk membeli obligasi korporasi di pasar sekunder. Kemudian memperluas pembelian surat sebagai bagian dari skema stimulus yang telah diumumkan sebelumnya.

“The Fed juga akan meluncurkan program pinjaman jalan utama untuk bisnis serta adanya rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggelontorkan dana USD 1 triliun ke sektor infrastruktur juga menjadi sentimen positif,” ujarnya melalui riset harian.

Disisi lain pemulihan ekonomi penuh Amerika Serikat tidak akan terjadi sampai rakyat negara Paman Sam yakin pandemi Virus Corona baru telah dikendalikan. Faktor lain yang mempengaruhi Rupiah adalah adanya pemulihan ekonomi di China seiring dengan meredanya penyebaran Covid-19.

“Fokus pemerintah negara Panda itu untuk melonggarkan kredit agregat. Biro Statistik Nasional (NBS) China mencatat output industri naik 4,4 persen pada bulan Mei dari bulan yang sama tahun sebelumnya, walaupun lebih rendah dari median estimasi analis yang memperkirakan ekspansi hingga 5 persen,” jelasnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi China terus keluar dari pelemahan yang disebabkan oleh pandemi Virus Corona, didukung oleh stimulus kebijakan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan kredit. “Dalam perdagangan hari ini Rupiah masih akan menguat di level Rp14.000 hingga Rp14.120 per USD,” tandasnya.(yaya)