Jelang RUPST Telkom, Menteri Erick Bocorkan Bakal Ada Direksi Baru Dari Milenial

fokusmedan : PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat 19 Juni 2020 mendatang. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberi bocoran bahwa akan ada direksi baru dan berasal dari generasi milenial.

“Salah satu direksinya nanti berusia di bawah 40 tahun,” kata Menteri Erick dalam dalam Ngobrol Seru – New Normal or The Great Reset: Life After Pandemic COVID-19⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ IDN Times, Sabtu (13/6).

Menteri Erick menambahkan, bahwa sejak awal menjabat di BUMN, dia ingin 15 persen direksi perempuan dan 5 persen dari milenial. “Ini juga strategi membangun talenta muda. Apakah dengan magang, shortcourse, termasuk menghadirkan 30 persen CSR BUMN untuk penduduk,” sambung dia.

Sebagai informasi, RUPST PT Telkom akan dilangsungkan melalui fasilitas e-proxy. Selain itu, akan tetap dilaksanakan secara pertemuan fisik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Fasilitas e-proxy disediakan bagi pemegang saham yang berhalangan atau tidak dapat hadir secara fisik ke acara RUPST.

Nantinya, pemegang saham dapat memberikan kuasa secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kebijakan ini juga diterapkan sebagai pertimbangkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ingin agar perusahaan BUMN didominasi oleh milenial, bukan orang tua. Oleh karena itu dia mengajak anak muda untuk bergabung dengan perusahaan BUMN.

“Kita memberikan edukasi kepada generasi milenial bahwa kita akan ada perubahan, tapi kita juga siap merekrut generasi milenial untuk bergabung tidak hanya di kementerian tapi juga di perusahaan-perusahaan BUMN,” kata dia, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

Dia juga berharap agar perusahaan BUMN dipimpin oleh seorang yang masih berusia muda. Oleh karena itu milenial harus memiliki motivasi agar dapat sampai ke posisi tersebut. “Jadi dirut BUMN jangan yang usia 70 atau 65 tahun, kalau bisa 46 tahun,” ujarnya.

“Wamen saya Pak Tiko lebih muda dari saya, nah kita coba upgrade hal-hal seperti itu,” dia menambahkan.

Kendati demikian, kata dia, bukan berarti orang-orang tua akan disingkirkan. Justru mereka memegang peranan penting sebagai mentoring atau pembimbing para generasi milenial.

“Tetap yang para senior kita jaga karena menjadi mentor yang bagus, banyak sekali figur-figur yang bagus, di komisaris maupun di kementerian BUMN. Yang senior kita jadi mentor tidak apa-apa, tapi yang mendobrak yang kerja biar yang mudaan lah,” tutupnya.(yaya)