JK Minta Masjid Terapkan Protokol Ketat Usai Dibuka Kembali

fokusmedan : Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla atau JK mengatakan tempat ibadah, khususnya masjid harus mengikuti protokol kesehatan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir.

Hal ini disampaikan saat memantau penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh relawan PMI bersama anggota Marinir TNIĀ di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

“Masjid harus dibersihkan dengan disinfektan. Kalau tidak bisa dengan semprotan dengan pembersih lantai (dipel),” ucap JK.

Dia pun mengingatkan kembali soal protokol kesehatan ekstra ketat, yang harus diterapkan. Diantaranya, menjaga jarak minimal 1 meter antar jemaah, memakai masker, membawa alas salat masing-masing dan masjid wajib menyediakan fasilitas cuci tangan.

“Karena itu maka tempat-tempat umum itu dapat dibuka dengan syarat laksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tegas JK.

Untuk itu dia meminta pengurus masjid untuk bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker pengurus masjid berhak melarang orang tersebut untuk mengikuti sholat berjamaah hingga akhirnya mau menggunakan masker.

“Pakai masker kalau ada jemaah tak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan, atau sabun atau tempat whudu meski ada sabun,” jelas JK.

Selain itu, menurut JK, di setiap pintu masuk bisa ditaruh pengurus masjid untuk mengawasi. “Di semua pintu-pintu ada pengurus jaga. Ukur suhu,” tukasnya.

Dia pun menuturkan, bahwa protokol kesehatan sebenarnya tak terlalu rumit. “Protokol kesehatan sederhana. Tidak ada yang rumit-rumit amat,” pungkasnya.(yaya)