Ini Alasan Bali Tak Masuk Daftar Daerah Terapkan New Normal

fokusmedan : Pemerintah Indonesia mencatat 102 kabupaten atau kota dalam status zona hijau yang bisa menerapkan tatanan new normal di tengah pandemi Corona. Namun, Bali justru tidak ada dalam daftar zona hijau, kendati angka kesembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, 102 Kabupaten dan Kota itu yang sama sekali tidak terjangkit Covid-19. Sementara Bali, seluruh kabupaten dan kota terjangkit Covid-19.

“Jadi dari arahan Ketua Gugus Nasional yang diprioritaskan, pertama adalah kabupaten dan kota yang sama sekali tidak terjangkit dan tidak ada Covid-19 sama sekali. Ada 102 Kabupaten Kota. Kalau Bali, kabupaten dan kotanya kena semua,” katanya di Denpasar, Bali, Rabu (3/6).

Menurutnya, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali tinggi, namun belum layak untuk dibuka.

“Akan di evaluasi dalam hari-hari mendatang. Seperti apa kecenderungannya, kita sudah punya data calon-calon yang akan diberikan kesempatan untuk melaksanakan masyarakat yang aman dari Covid-19,” imbuhya.

“Jadi Bali belum, kita sedang menyusun protokol tatanan kehidupan era baru untuk semua sektor. Kalau nanti semua siap, kita sudah punya SOP yang bisa dijalankan,” jelas Koster.

Obyek Wisata Tetap Tutup

Politikus PDIP itu menegaskan, obyek wisata menjelang new normal tetap tidak dibuka. Karena, menurutnya resikonya sangat besar.

“Belum, kalau pariwisata masih jauh. Kalau untuk pariwisata kita masih menghitung dan saya kira masih lama. Karena resikonya terlalu besar dan sampai saat ini juga penerbangan antar negara belum dibuka,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bali bukan menerapkan new normal tetapi tatanan kehidupan Bali Era Baru. Namun, dalam subtansinnya aspek new normal juga ada di dalamnya.

“Yang kita terapkan di Bali adalah tatanan kehidupan era baru. Secara substansial new normal ada di dalamnya tapi tatanan kehidupan era baru lebih dari itu. Karena merupakan bagian pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Era Baru,” tutup Koster.(yaya)