Anggota DPR Minta Pemerintah Rapid Test di Pesantren, Lindungi Santri Hingga Kiai

fokusmedan : Anggota DPR Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari Meminta pemerintah melakukan Rapid Test untuk Pesantren. Usulan ini terkait rencana kondisi normal baru atau new normal di tengah Covid-19. Ratna mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mempedulikan sekolah formal saja.

Ratna menilai, pesantren sangat berjasa bagi bangsa, negara dan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, pesantren melakukan pembelajaran nilai moral, pembentukan kader ulama, pembentukan karakter, dan secara historis berjuang untuk kemerdekaan.

“Negara tidak boleh mengabaikan keberadaan pesantren. Di tengah pandemi seperti saat ini, Negara harus hadir secara langsung, harus menyediakan kebutuhan bagi pesantren dalam menghadapi new normal,” ujar Ratna, Minggu (31/5).

Ratna meminta pemerintah melakukan rapid test pada 28.194 pesantren demi menjaga kesehatan 18 juta santri, kiai, dan 1,5 juta pengajar serta masyarakat dari ancaman penularan sebaran Covid-19.

“Pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan rapid test tersebut. Pesantren selama ini bergerak mandiri. Saatnya pemerintah membuktikan komitmennya. Hal ini sejalan dengan amanat UU Pesantren,” tegas Ratna.

Ratna menegaskan bahwa rapid test adalah prasyarat utama yang harus dilakukan selain kesiapan-kesiapan lain sebagaimana protokol kesehatan yang telah di sampaikan pemerintah.

Dia berharap pemerintah segera merealisasikan usulan ini. Karena rata-rata pesantren memiliki kerentanan yang cukup tinggi terhadap penularan Covid-19. Misalnya tingkat pembauran dan kerekatan antar santri cukup tinggi, rasio ketersediaan sarana-prasarana belum seimbang dengan jumlah santri, dan rapatnya jadwal belajar atau ngaji santri.

“Jangan sampai karena tidak disiapkan dengan baik, pesantren jadi korban,” ucap Ratna.(yaya)