6 Penyebab Tumor Payudara pada Wanita, Wajib Diketahui Sejak Dini

fokusmedan : Masih banyak dari wanita yang tidak mengetahui penyebab tumor payudara. Padahal, sudah banyak kasus wanita terkena tumor payudara. Meski tidak seganas kanker, namun tumor payudara juga perlu diperhatikan dan deteksi sejak awal.

Perlu diketahui, benjolan tumor jinak pun bisa berubah menjadi ganas. Untuk itu, setiap wanita ada baiknya mengetahui dan memahami penyebab tumor payudara ini. Tujuannya agar bisa dicegah dan diobati sejak dini.

Melansir dari beberapa sumber, berikut penyebab tumor payudara yang wajib diketahui.

Fibroadenoma Mamae (FAM)

Melansir dari doktersehat, Jumat (22/5/2020), penyebab tumor payudara yang pertama yakni fibroadenoma mamae (FAM). Ini merupakan jenis tumor payudara nonkanker yang sering dialami oleh wanita. Biasanya yang mengalaminya berada di kisaran usia 15-35 tahun. Penyebab kanker yang satu ini memiliki karakteristik berupa benjolan yang kenyal, kencang, halus, keras, dapat digerakkan dan berbatas tegas. Biasanya, benjolan ini tidak menimbulkan rasa nyeri dan memiliki ukuran yang bervariasi.

FAM terbentuk saat tubuh membentuk jaringan kelenjar susu yang berlebihan. Fibroadenoma juga pada umumnya bisa hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, terkadang fibroadenoma bisa membesar dan menetap. Penyebab FAM sendiri sebenarnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan kuat jika FAM berkaitan dengan hormon reproduksi.

Sebab, benjolan FAM lebih sering terjadi di masa tahun-tahun reproduksi. Bahkan, benjolan tersebut bisa menjadi lebih besar atau menetap selama masa kehamilan. Bagi pasien yang menggunakan terapi hormon, FAM akan lebih sering muncul. Ketika kadar hormon turun, nantinya benjolan FAM bisa menyusut, terlebih saat menopause.

Kista Payudara

Melansir Alodokter , Jumat (22/5/2020), kista payudara merupakan sebuah benjolan yang berisi cairan dan bisa muncul di salah satu atau kedua payudara. Benjolan kista payudara ini tidak bersifat kanker, sehingga tidak perlu merasa cemas yang berlebihan. Ya, penyebab tumor payudara yang satu ini memang memiliki sifat yang jinak.

Perlu untuk diketahui, kista payudara bisa timbul individu atau berkelompok. Karakteristik dari kista payudara yakni seperti buah anggur namun berisi air dan bisa terasa keras. Pada umumnya, kista payudara bisa dialami oleh wanita berusia 35-50 tahun. Selain itu, kista payudara juga bisa muncul pada wanita menopause yang menggunakan terapi hormon.

Payudara Fibrokistik

Penyebab tumor payudara selanjutnya adalah payudara fibrokistik. Perubahan payudara menjadi jaringan fibrokistik biasanya dianggap bisa terjadi kepada sebagian besar wanita. Melansir dari doktersehat, wanita usia 20-50 tahun sering kali mengalami payudara fibrokistik. Sangat jarang adanya kasus payudara fibrokistik menyerang wanita postmenopause. Kecuali jika wanita tersebut mendapatkan terapi hormonal.

Penyebab timbulnya payudara fibrokistik yakni adanya perubahan faktor hormonal. Khususnya pada hormon estrogen. Penderita biasanya tidak mengalami gejala, tetapi di beberapa kasus juga ada yang merasakan gejala. Gejala tumor payudara yang dirasakan berupa kebas, tidak nyaman hingga rasa nyeri terutama pada area payudara bagian atas.

Nekrosis Lemak

Nekrosis lemak adalah salah satu tumor jinak atau tidak memiliki sifat kanker. Penyebab tumor payudara jenis ini karena ada kerusakan pada jaringan lemak di payudara. Kondisi ini bisa disebabkan secara spontan akibat cedera atau terapi radiasi. Tahukah kalian, nekrosis lemak lebih berisiko tinggi pada wanita yang memiliki payudara besar dibanding dengan payudara kecil.

Biasanya, nekrosis lemak di payudara tidak membutuhkan penangan khusus. Akan tetapi, bila pasien merasa tidak nyaman bisa dilakukan penanganan. Dengan beberapa metode bedah, mulai dari mastektomi, rekonstruksi payudara, lumpektomi, biopsi payudara hingga pengecilan payudara.

Papiloma Intraduktal

Penyebab tumor payudara berikutnya yakni papiloma intraduktal. Penyebab tumor payudara jenis ini bersifat jinak dan berasal dari tumor kecil di saluran susu payudara. Papiloma intraduktal terbentuk melalui kelenjar, pembuluh darah dan jaringan fibrosa. Pada umumnya, wanita dalam rentan usia 35-55 tahun kerap mengalami tumor jenis ini.

Papiloma intraduktal sendiri bisa berupa tumor tunggal atau solitary intraductal papilloma. Biasanya, papiloma intraduktal tumbuh di dekat puting pada payudara. Sementara, papiloma intraduktal yang terdiri dari banyak tumor atau multiple papilloma memiliki risiko tinggi berkembang menjadi kanker.

Kanker Payudara

Terakhir, penyebab tumor payudara adalah kanker payudara. Ini merupakan suatu tumor yang bersifat ganas. Kanker payudara terbentuk dari sel-sel payudara itu sendiri. Di mana nantinya mampu menyebar dan menyerang sejumlah organ di dalam tubuh. Tak hanya wanita, kanker payudara juga bisa menyerang laki-laki.(yaya)