Xi Jinping Dukung Penyelidikan Virus Corona Tapi Harus Tunggu Pandemi Berakhir

fokusmedan : Presiden China Xi Jinping mengatakan, dirinya mendukung seruan investigasi terhadap penanganan pandemi virus corona pada Senin, tapi proses itu harus menunggu sampai virus ini menghilang.

Xi berbicara dalam Majelis Kesehatan Dunia setelah lebih dari 100 negara mendukung resolusi menyerukan penyelidikan independen terhadap pandemi, yang saat ini menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Presiden Xi membela negaranya dalam pertemuan tahunan WHO tersebut, mengatakan Beijing telah bertindak transparan terkait asal muasal virus, yang pertama kali dideteksi tahun lalu di kota Wuhan, China tengah.

“Selama ini kami telah bertindak dengan keterbukaan, transparansi, dan tanggung jawab. Kami telah memberikan informasi kepada WHO dan negara-negara terkait dengan cara yang paling tepat waktu, kami telah merilis urutan genom pada waktu yang paling awal, kami telah berbagi pengalaman kontrol dan perawatan dengan dunia tanpa syarat, kami telah melakukan segala daya kami untuk mendukung dan membantu negara-negara yang membutuhkan,” jelasnya kepada majelis melalui video konferensi, dilansir dari CNN, Selasa (19/5).

Xi juga mengungkapkan belasungkawa atas hilangnya nyawa akibat pandemi. Xi juga setuju perlunya penyelidikan, kendati dia mengatakan harus menunggu sampai pandemi berakhir.

Resolusi yang dirancang oleh Uni Eropa, didorong oleh permintaan untuk penyelidikan dari Australia, tidak menyebut China atau negara lain secara khusus, tetapi menyerukan “evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif” terhadap “respon kesehatan internasional terkoordinasi (WHO) untuk Covid -19.”

Sejumlah negara, termasuk AS, menuduh China menyembunyikan informasi tentang virus corona.

Seruan Australia untuk penyelidikan bulan lalu memicu gejolak kemarahan dari Beijing, yang menuduh langkah Canberra itu sangat tidak bertanggung jawab, yang dapat “mengganggu kerja sama internasional dalam memerangi pandemi dan menentang aspirasi bersama rakyat.”

Xi menggunakan bahasa yang kurang agresif selama pidatonya di KTT yang diawasi ketat pada hari Senin, namun, menguraikan sejumlah langkah yang akan diambil China untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan menjanjikan USD 2 miliar selama dua tahun kepada WHO.

Xi mengatakan China akan mendukung penelitian dan pengembangan vaksin, akan membantu negara-negara Afrika dalam menghadapi penyebaran virus, dan akan bekerja sama dengan PBB untuk menjaga jalur pasokan di seluruh dunia tetap terbuka.

Sebelumnya pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menyinggung dukungan Xi Jinping untuk penyelidikan asal muasal virus, tapi berpendapat rancangan rencana itu “sama sekali berbeda dari apa yang disebut sebagai ‘penyelidikan internasional independen.”

China, kata Zhao, menolak “penafsiran sepihak” dari resolusi itu dan menegaskan bahwa fokusnya harus tetap pada penghentian penyebaran Covid-19 – menunjukkan sebagian besar negara anggota sepakat bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk penyelidikan karena keadaan pandemi.

Ketika diminta untuk mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini yang mengatakan virus itu berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Zhao mengatakan: “Politikus AS ini telah menyebarkan segala macam kebohongan dalam beberapa waktu. Menanggapi kebohongannya membuang waktu semua orang.”(yaya)