Penyebab Penyakit Vertigo dan Cara Mengatasinya, Perlu Anda Ketahui

fokusmedan : Vertigo adalah sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi (memutar) tanpa adanya perputaran yang sebenarnya. Orang yang mengalami vertigo akan merasa badan atau sekelilingnya yang berputar.

Gejala vertigo meliputi mual, ketidakseimbangan posisi, pandangan kabur, dan disorientasi. Akibat gejala ini, penderita vertigo akan mengalami beberapa masalah masalah psikis dan fisik seperti emosional, kecemasan, dan ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita.

Pasien vertigo bisa menghindari kegiatan fisik dan stres psikologi serta menarik diri dari aktifitas sosial. Hal ini terjadi berhubungan dengan depresi yang bisa dialami penderita. Vertigo merupakan masalah kesehatan yang nyata pada masyarakat. Mereka mengalami kesulitan dalam mengungkapkan timbulnya gejala.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab penyakit vertigo dan cara mengatasinya.

Mengenal Penyakit Vertigo

Kata vertigo berasal dari bahasa Yunani, yaitu “vertere” yang artinya berputar dan “igo” yang berarti kondisi. Vertigo didefinisikan sebagai ilusi gerakan, umumnya berupa perasaan atau sensasi tubuh berputar terhadap lingkungan, atau sebaliknya yaitu lingkungan sekitar dirasakan berputar. Berdasarkan jenisnya, terdapat dua macam penyakit vertigo, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

Cukup banyak penyebab penyakit vertigo, baik vertigo tipe perifer maupun tipe sentral. Kelainan anatomi dan atau fisiologi vertigo terletak pada alat keseimbangan tubuh, yang dapat disebabkan karena degenerasi, vaskuler, tumor, infeksi, inflamasi, kongenital, dan trauma.

Penyebab Penyakit Vertigo

Dua macam penyakit vertigo, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral memiliki penyebab yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan penyebab peyakit vertigo berdasarkan jenisnya;

1. Vertio Perifer (Vertigo Sistematik)

Vertigo perifer didefinisikan sebagai sensasi berputar dengan provokasi perubahan posisi disertai mual, muntah dan gangguan keseimbangan. Sampai saat ini, mekanisme yang mendasari penyakit ini belum jelas.

Pada vertigo sistematik ini, gejala vertigo disertai gejala lain, misalnya muka pucat, peluh dingin, mual dan muntah. Diduga, penyebab penyakit vertigo jenis ini bersumber dari kelainan telinga (perifer).

2. Vertigo Sentral (Bertigo Non-Sistematik)

Vertigo sentral adalah vertigo akibat kelainan di sentral (batang otak, serebelum, cerebrum). Penyebab penyakit vertigo sentral antara lain adalah stroke, neoplasma, migren basilar, trauma, perdarahan serebelum. Vertigo non-sistematik mempunyai gejala yang beragam.

Misalnya rasa kepala ringan, seperti diayun, rasa terapung, atau rasa bergoyang yang sulit dilukiskan dengan kata-kata tanpa gejala penyerta. Diduga disebabkan oleh kelainan sistem vestibuler sentral.

Diagnosis Penyakit Vertigo

Dilansir dari laporan yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ada cukup banyak penyebab penyakit vertigo, baik vertigo tipe perifer maupun tipe sentral. Sifat vertigo hampir mirip satu dengan lainnya sehingga memerlukan anamnesis atau konsultasi yang lengkap antar dokter dengan pasien agar diagnosis dapat ditegakkan dan terapi dapat dipilih dengan tepat.

Sampai saat ini, masih banyak pendapat para ahli mengenai gold standard dalam penegakan diagnosis vertigo. Beberapa referensi menyatakan bahwa konsultasi pasien-dokter dan beratnya keluhan dapat dijadikan parameter.

Diagnosis vertigo meliputi klinis, lokalisasi, dan penyebab. Perlu dilakukan pemeriksaan yang sistematis meliputi konsultasi pasien-dokter, pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus, dan pemeriksaan tambahan.

Salah satu pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan adalah Brainstem Evoked Response Auditory (BERA). Selama ini para dokter sering menggunakan gejala klinis untuk menentukan diagnosis vertigo pada pasien, apakah tipe perifer atau sentral.

Anamnesis atau konsultasi pasien-dokter tetap memegang peranan penting dalam diagnosis vertigo, karena lebih dari 50% sumber informasi yang berguna untuk diagnosis berasal dari anamnesis.

Selain anamnesis, perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik yang meliputi: pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan neurologik (kesadaran, nervus kranialis, fungsi motorik, fungsi sensorik), pemeriksaan alat keseimbangan tubuh (Dix Hallpike maneuver, tes kalori, tes Romberg, tandem gait, tes dismetria) serta pemeriksaan otologik (tes garpu tala) dan pemeriksaan mata.

Cara Mengatasi Penyakit Vertigo

Terdapat beberapa teknik manuver yang telah dikembangkan untuk menangani penyakit vertigo yang dapat Anda praktikan di rumah apabila sewaktu-waktu vertigo Anda kambuh.

1. Barbeceau Maneuver

Pada teknik ini, pasien diminta untuk berputar 360 derajat dalam posisi tidur, dimulai dengan telinga yang sakit di posisi bawah, berputar 900 sampai satu putaran lengkap (360 derajat). Setiap posisi dipertahankan selama 30 detik. Manuver ini akan menggerakkan otokonia keluar dari kanal menuju utrikulus kembali.

2. Log Roll Maneuver

Pada teknik ini, pasien berputar 270 derajat dalam posisi tidur miring ke sisi telinga yang sakit, berputar 90 derajat tiap satu menit menuju ke telinga yang sehat dengan total putaran 270 derajat.

3. Gufoni Maneuver

Pada teknik ini, pasien duduk dengan kepala menghadap lurus ke depan dan direbahkan dengan cepat ke arah sisi lesi, posisi ini dipertahankan selama satu menit setelah nistagmus apogeotropik berakhir.

Dalam posisi rebah, kepala pasien diputar 45 derajat ke depan (hidung ke atas), posisi ini dipertahankan selama dua menit. Pasien kembali ke posisi semula. Terapi ini diharapkan mampu mengkonversi nistagmus apogeotropik menjadi nistagmus geotropik.

4. Forced Prolonged Position Maneuver

Pada teknik ini, pasien diminta untuk tidur miring dengan telinga yang sakit berada di posisi atas selama 12 jam. Posisi ini diharapkan mampu melepaskan otokonia yang melekat pada kupula, dan memasukkan otokonia ke utrikulus kembali dengan bantuan gravitasi.(yaya)