Kondisi keuangan rumah sakit makin sulit sejak pandemi Covid-19

fokusmedan : Pandemi Covid-19 ternyata mempengaruhi kondisi finasial Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.

Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, meski biaya pasien Covid-19 ditanggung pemerintah, namun tetap saja pihaknya harus mendahulukan.

“Memang ditanggung negara, tapikan sifatnya pengajuan klaim. Nah yang mendahulukan mulai dari bulan Maret, jelas rumah sakit. Sampai sekarang pengajuan klaim ke negara belum dilakukan, karena masih diatur mekanismenya,” sebutnya kepada wartawan, Kamis (14/5).

Belum lagi, lanjutnya, manajemen harus menambah sarana prasarana untuk merawat pasien Covid-19 dan dananya itu semua didahulukan pihak rumah sakit.

“Mirisnya lagi, jumlah pasien juga berkurang drastis, karena adanya imbauan dari Kemenkes agar bagi pasien rawat jalan supaya mengurangi kunjungan ke rumah sakit apabila tidak mendesak,” ungkapnya.

Dengan begitu, sambungnya, kita mesti menyiasatinya dengan membuat skala prioritas.

“Mana yang penting itu yang diutamakan, mana yang bisa dipangkas, ya dipangkas. Efisiensi di semua lini,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan mengakui, bahwa jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit milik Pemko Medan ini juga semakin menurun.

“Otomatis,  pendapatan rumah sakit juga ikut menurun,” ucapnya.

Ia mengakui, bagi biaya pasien terpapar Covid-19 selama dirawat memang bisa diklaimkan ke BPJS Kesehatan.

“Namun begitu, kita masih harus menunggu proses pengklaimannya dahulu dan otomatis dana rumah sakit yang harus mendahului,” tandasnya.(riz)