Sepanjang Masyarakat Disiplin, Wabah Corona Diyakini Segera Pergi

fokusmedan : Masyarakat terus diingatkan tetap disiplin agar mata rantai penyebaran virus Corona segera berakhir. Aturan pemerintah dan protokol kesehatan dalam bekerja dari rumah harus selalu diterapkan. Jangan pernah menganggap remeh.

“Tentunya masyarakat tetap mengikuti dan menaati imbauan yang dikeluarkan pemerintah serta fatwa dan taushiyah dari MUI untuk tetap berada dan bekerja dari rumah,” ujar Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Khairil Anwar dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Pria yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menyampaikan agar di kawasan yang berzona merah menghindari salat berjemaah di masjid dan dialihkan dengan salat di rumah untuk sementara waktu bersama dengan keluarganya.

“Di kawasan yang berzona merah, sebaiknya salat Jumat di masjid bisa diganti dengan salat Dzuhur di rumah. Begitu pula salat tarawih dan tadarus Alquran, buka puasa bersama, dan salat Idul Fitri untuk sementara dilaksanakan di rumah saja. Yakinlah, bahwa sepanjang kita disiplin dan penuh kebersamaan mentaati perintah ulil amri (Pemerintah dan ulama), pencegahan tersebarnya Corona akan cepat berhasil,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, kebersamaan dan gotong royong juga dapat diwujudkan untuk bersama-sama menghadapi pandemi ini dengan berbagi dan menolong antar-sesama. Misalnya, orang kaya membantu dengan kekayaannya. Orang berilmu membantu dengan ilmunya.

“Ulama membantu dengan nasihat dan ceramahnya yang menyejukkan. Dokter dan para medis membantu dengan ilmu medisnya. Orang yang sehat membantu membentuk sukarelawan dan membantu dengan tenaganya,” terang Khairil.

Dia mengatakan, masyarakat biasa sekalipun bisa membantu dengan cukup tinggal di rumah saja mengikuti imbauan pemerintah dan MUI. Karena semua unsur masyarakat sejatinya harus bekerjasama dan bahu membahu dalam melawan virus Corona ini.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provisni Kalteng ini juga mengungkapkan perlunya peran para tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk menguatkan jiwa dan hati masyarakat di bulan Ramadhan ini. Hal ini agar masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah.

“Tokoh masyarakat dan pemuka agama perlu melakukan ceramah dan imbauan di media sosial agar masyarakat mengikuti aturan pemerintah pusat dan daerah bahwa aturan itu adalah demi untuk kemaslahatan bersama. Karena pesan Alquran, janganlah kamu mencelakakan nyawamu dalam kebinasaan dan pesan Nabi juga janganlah kita terkena mudarat dan memudaratkan orang lain,” tandasnya.(yaya)