Waspada, Momentum COVID-19 Banyak Dimanfaatkan Para Penipu Siber

fokusmedan : Perusahaan perangkat lunak antivirus, Kaspersky Lab melakukan penelitian mengenai dampak COVID-19 terhadap dunia siber di wilayah Asia Pasifik (APAC). Penelitian itu menghasilkan beberapa temuan penting.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu (15/4) Direktur Global Research and Analysis Team wilayah APAC, Vitaly Kamluk membeberkan hasil penelitiannya di Kaspersky Lab kepada publik.

Email Penipuan

Temuan Karpersky Lab menunjukkan bahwa para penjahat siber biasa menggunakan beberapa metode untuk mencari keuntungan. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah mengirim surat elektronik atau email penipuan, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

Banyak email penipuan terkait COVID-19 yang mengatasnamakan pemerintah dan/atau lembaga kesehatan, misalnya World Health Organization (WHO) atau Lembaga Kesehatan Dunia. Sebuah email yang mengatasnamakan WHO menjanjikan vaksin COVID-19 dengan meminta pengguna untuk mengunduhnya.

Kendati terdengar tidak masuk akal, tetapi begitulah adanya. Modus ini digunakan oleh para penjahat siber untuk melancarkan aksinya.

Pura-pura Menawarkan Pengembalian Uang

Selain menjanjikan vaksin COVID-19 dengan cara megunduh file di email, penjahat siber juga memakai motif lain dengan menawarkan home test kit kepada targetnya.

Para penjahat siber pun berpura-pura memberikan penawaran klaim pengembalian uang (money reimbursement) sebagai garansi atas produk-produk yang ditawarkan. Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, email-email semacam itu sangat potensial memakan korban. Sebagaimana dikatakan oleh Vitaly Kamluk dari Karpersky Lab.

Penipuan Berkedok Donasi

Banyaknya penggalangan dana atau donasi terkait COVID-19 juga dimanfaatkan oleh para penjahat siber. Mereka biasanya menggalang dana dari targetnya dan mengaku akan menyumbangkan hasil donasi untuk penanganan pandemi COVID-19. Sebelum berdonasi pastikan si penggalang dana ini bisa dipercaya dan akan memanfaatkan hasil donasi untuk sebenar-benarnya penanganan COVID-19.

Ada juga penjahat siber yang menggunakan topik aplikasi pelacak virus. Topik ini cukup masuk akal digunakan sebagai modus penipuan, pasalnya beberapa negara merilis aplikasi pelacak vitus seperti PeduliLindungi yang ada di Indonesia.

Menawarkan Saham dan Investasi

Dikutip dari Liputan6.com, kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi COVID-19 juga menjadi peluang bagi para penjahat siber. Mereka mencoba mengelabui korban dengan menawarkan saham dan investasi.

Penggunaan motif ini pun masuk akal. Penawaran saham dan investasi menjadi pilihan elternatif dari sektor bisnis yang terdampak COVID-19. Dari sinilah, para penjahat siber membaca peluang untuk melakukan aksi penipuan.

Penipuan Berkedok Alat Medis

Topik seputar alat medis juga diolah sedemikian rupa oleh para penjahat siber. Diketahui bersama, sejumlah alat medis menjadi kebutuhan pokok dalam penanganan pandemi COVID-19.

Tidak kalah penting, kita sebaiknya waspada karena para penjahat siber pun mengirimkan email penipuan dengan mengatasnamakan pemerintah. Misalnya memberitahukan bantuan finansial terkait COVID-19.(yaya)