Terkait video viral soal larangan tadarus, berikut faktanya

fokusmedan : Video perdebatan seorang warga yang  diduga melarang aktivitas tadarus di mesjid Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, menjadi viral di media sosial.

Rekaman yang berdurasi satu menit 38 detik itu membuat sejumlah warga marah dan mengancam akan mengadukan pria tersebut ke ranah hukum.

Menyikapi adanya keributan antar warga, Camat Medan Timur, Ody Batubara menjelaskan permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Permasalahannya antara jemaah mesjid dan penasehat mesjid dan kini keduanya sudah berdamai,” sebutnya kepada wartawan, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, permasalahan terjadi pada Selasa (5/5) sekira pulul 24.00 WIB. Saat itu seorang warga merasa keberatan karena suara (tadarus) agak terlalu besar, ke rumahnya.

“Sebagai penasehat mesjid, R (81) langsung bereaksi dan karena dianggap berlebihan kemudian terjadi perselisihan diantara keduanya,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin menyatakan persoalan yang terjadi tersebut hanya miskomunikasi atau kesalahpahaman.

“Keduanya sudah bermaaf-maafan. Untuk itu masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.(riz)