Pemerintah Siapkan Insentif Untuk Industri Transportasi Umum Terdampak Covid-19

fokusmedan : Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Pastowo memastikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan insentif untuk industri transportasi umum yang terdampak dari virus corona atau Covid-19. Salah satunya adalah relaksasi kredit yang sedang digodok oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sekarang dikerjakan adalah bantalan untuk pembiayaan dan menjadi konsen bapak Ibu sedang disiapkan ada dua skema pertama adalah skema relaksasi kredit ini yang sedang dikerjakan OJK,” kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu (26/4).

Dia mengatakan, sejauh ini memang sudah ada POJK 11 Tahun 202 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus yang mengatur mengenai relaksasi pemberian kredit bagi usaha yang terdampak. Namun implementasi di lapangan masih ada catatan pemerintah yang tidak menutup kemungkinan akan menambah ruang kembali.

“Tentu ini akan menjadi catatan tapi pemerintah sedang menyiapkan skema di luar itu, yaitu bagaimana terutama bagi para debitur yang sifatnya menengah dan juga besar masukkan di perbankan dan sudah industri keuangan non bank pembiayaan akan di cover di sini berupa penundaan angsuran pokok dan juga bantuan,” jelas dia.

Kendati demikian, untuk besaran pembiayaannya sendiri tergantung skema dengan perbankan masing-masing atau lembaga pembiayaannya. Adapun skemanya bukan pemerintah menanggung semuanya karena skemanya bersifat cost sharing.

“Jadi pemerintah mendukung LPS supaya menjamin lebih besar lagi dan mendukung seperti Askrindo dan Jamkrindo berikan yang besar lagi sehingga bank berani melakukan restrukturisasi ini yang sekarang sedang dikerjakan,” jelas dia.

Pembiayaan Transportasi Umum

Kemudian langkah yang kedua pemerintah juga memikirkan secara paralel, yakni menyiapkan dukungan untuk pembiayaan bank dan non bank dalam pemberian kredit terhadap industri transportasi umum.

“Mereka akan mem-backup itu bagaimana skemanya nanti akan dibuat bersama OJK dan Bank Indonesia tapi kita pastikan baik yang segmen kecil menengah maupun besar itu bisa mendapatkan bantuan sehingga bank pembiayaan itu berani untuk memberikan pinjaman dalam skema yang lunak tidak memberatkan yang penting ini bisa survive sekarang,” jelas dia.

“Itu yang menjadi skema dalam waktu dekat ini mudah-mudahan segera segera diselesaikan kan,” tutupnya.(yaya)