Ramadan di Tengah Pandemi, Antisipasi Berbagai Negara Islam Hadapi Virus Corona

fokusmedan : Bulan suci Ramadan dimulai hari ini. Hampir 2 milyar umat Islam di seluruh dunia kini menjalani ibadah puasa di tengah pandemi corona dengan berbagai aturan karantina atau jam malam sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Ramadan biasanya adalah waktunya warga muslim berkumpul buka bersama kemudian menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid-masjid.

Tapi tahun ini sebagian besar muslim tidak bisa menjalankan tradisi itu karena berbagai larangan pergerakan dan kerumunan massa di berbagai negara Islam di seluruh dunia.

Meski puasa tetap dilakukan, sejumlah otoritas agama, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menyerukan warga menjalankan ibadah salat di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona jika dilakukan di masjid.

Namun ada juga negara yang tetap membuka masjid, seperti Pakistan, meski mendapat kecaman keras karena membahayakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (24/4), berikut berbagai antisipasi di sejumlah negara Islam dalam menjalankan Ramadan di tengah pandemi corona:

Bahrain
Tidak seperti di negara-negara Teluk tetangganya, Bahran akan tetap menggelar salat tarawih berjemaah di Masjid Agung al-Fatih. Tapi salat sunat itu hanya akan dilakukan oleh imam dan lima orang jemaah dengan aturan menaga jarak. Salat ini akan disiarkan di televisi, kata sumber yansg mengetahui hal ini.

Di lokasi lain, masjid dan salat berjemaah masih dilarang sejak 23 Maret lalu.

Kuwait

Kuwait memperpanjang aturan jam malam yang ketat hingga akhir Mei, termasuk selama Ramadan.

Masjid-masjid juga ditutup dan warga dianjurkan salat di rumah sejak 13 Maret.

Oman

Oman melarang kumpulan massa, termasuk salat berjemaah ketika Ramadan seiring bertambahnya kasus corona di negara itu.

“Komite Tertinggi membenarkan penutupan masjid–termasuk untuk salat tarawih–terus dilakukan kecuali untuk azan,” kata pernyataan otoritas yang menangani pandemi Covid-19 di Oman Selasa lalu.

Qatar

Qatar juga menutup masjid dan menunda kumpulan jemaah. Sejauh ini tidak ada pengumuman masjid akan dibuka ketika Ramadan.

“Kegiatan selama Ramadanm seperti buka bersama di masjid, majelis-majelis ilmu, kegiatan budaya, olahraga dan lainnya sangat dilarang.”

Arab Saudi

Di Arab Saudi, dua kota suci Makkah dan Madinah juag menerapkan tindakan karantina ketat seiring bertambahnya kasus corona. Larangan ini termasuk untuk salat berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Salat tarawih tidak dilakukan di masjid dan hanya dilakukan di rumah, kata pengumuman dari Mufti Agung Sheikh Abulaziz al-Sheikh. Dia juga mengatakan jiwa wabah masih berlanjut selama Ramadan maka salat sunat Idul Fitri juga akan dilakukan di rumah.

Rabu lalu Raja Salman bin Abdulaziz menyetujui pengurangan jemaah untuk salat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Salat hanya dilakukan oleh para pekerja di dua tempat suci itu. Bagi masyarakat umum larangan itu tetap berlaku.

Kerajaan Saudi juga sebelumnya sudah melarang pelaksanaan ibadah umrah, termasuk selama Ramadan tahun ini.

Uni Emirat Arab

UEA juga menyerukan warganya menjalankan salat di rumah selama Ramadan karena masjid-masjid ditutup.

Dewan fatwa UEA Senin lalju menyerukan warga muslim salat di rumah ddan salat tarawih juga bisa dilakukan di rumah.

Dewan juga menyatakan pasien virus corona dan petugas medis dibolehkan tidak berpuasa.

Mesir

Mesir adalah negara muslim pertama yang mengumumkan pelarangan buka bersama dan salat tarawih berjemaah selama Ramadan.

Pengumuman itu disampaikan pada 7 April.

Sabtu lalu ulama Al-Azhar sebagai otoritas muslim Sunni di negara itu mengatakan warga muslim harus tetap berpuasa meski di tengah pandemi corona.

Iran

Iran termasuk salah satu negara di Timur Tengah yang kasus coronanya terparah. Iran kini mulai secara bertahap membuka kembali aktivitas perdagangan namun masjid-masjid masih ditutup, salat Jumat juga ditiadakan.

Pemerintah juga baru-baru ini memperpanjang penutupan tempat ibadah kaum Syiah, keputusan yang memicu demonstrasi penolakan.

Pemimpin spiritual tertinggi Ayatullah Ali Khamenei menyerukan warga Iran salat di rumah selama Ramadan dan tetap beribadah, berdoa, dan rendah hati di tengah masa karantina.(yaya)