Ancaman infodemik persulit penyelesaian Covid-19

fokusmedan : Adanya infodemik seputar Covid-19 dapat mengganggu usaha pencarian solusi terhadap masalah tersebut.

Pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Harry Sufehmi menjelaskan, infodemik kini sudah mengglobal karena turut memperburuk situasi dan tidak menolong sama sekali.

“Istilah Infodemik ini turut memperburuk situasi saat pandemik dan tidak menolong dalam situasi yang parah ini,” sebutnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (18/4).

Selain itu, lanjutnya, infodemik juga dapat berakibat fatal hingga menyebabkan korban nyawa. Fenomena itu yang sering muncul di tengah masyarakat, misalnya informasi yang tidak benar mengenai salah satu obat penangkal Covid-19 yang membuat masyarakat justru merasa aman dengan adanya obat tersebut, sehingga mengabaikan anjuran protokol kesehatan.

“Akibatnya ¬†bisa cukup fatal, karena dapat menyebabkan korban nyawa akobat salah informasi atau berita tidak benar (hoaks) terkait soa obat. Kemudian berbagai narasi yang menghasut dan menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat,” jelasnya..

Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, setidaknya infodemik berupa hoaks atau informasi yang tidak benar seputar COVID-19 di Indonesia mencapai 566 kasus.(riz)