Terapkan PSBB, Pemerintah Disarankan Mengefektifkan Program KUBE Kemensos

fokusmedan : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menerapkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jumat 10 April 2020. Pemprov DKI pun diingatkan tetap meningkatkan ekonomi masyarakat saat menerapkan PSBB.

“Di samping penegakan regulasi, penegakan hukum dan pembagian sembako. Tujuan PSBB Ialah mempersuasi warga agar stay at home dan menyiapkan persiapan kaum berpenghasilan rendah saat penerapan pengendalian mobilitas warga, hingga pasca,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia, Lisman Manurung saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/4).

Lisman menyarankan kepada Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat untuk mengefektifkan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) asuhan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial DKI.

“Briefing sekaligus penyiapan warga untuk menerapkan program KUBE asuhan Kemensos. Ini perlu diefektifkan,” ujar dia.

Menurutnya, hal itu telah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 2 Tahun 2019 tentang bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada KUBE untuk penanganan fakir miskin.

“KUBE ini bisa didayagunakan ditiap komunitas kelurahan bahkan RT, sebagai bentuk safety net. Program KUBE terdiri dari 10an warga kaum pra sejahtera binaan Dinsos, bisa didayagunakan untuk membuat masker kain.¬†Agar tetap menghidupkan ekonomi masyarakat ditengah status PSBB,” ujarnya.

Masyarakat Masuk Pada Resesi Ekonomi 
Kemudian, Lisman menilai persiapan peningkatan ekonomi masyarakat sangatlah penting saat pandemi saat ini. Karena masyarakat telah memasuki masa resesi, yakni penurunan secara simultan seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Apabila itu tidak disikapi, lanjut Lisman, masyarakat akan sangat riskan melakukan maupun mengalami penjarahan, akibat kesulitan ekonomi.

“Penjarahan menimbulkan cost yang sangat besar. Pernah terjadi di negara-negara kepulauan Pasifik Selatan pasca kelumpuhan ekonomi yang berujung pada pengangguran,” terangnya.(yaya)