Polda Sumut Ungkap Jaringan Togel di Simalungun

fokusmedan : Petugas Unit Vice Control (VC) Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, mengungkap jaringan praktik judi toto gelap di Kabupaten Simalungun. Dua tersangka berperan sebagai jurtul hingga bandar diamankan dari tempat terpisah.

“Kedua tersangka ini berperan sebagai juru tulis (jurtul) dan bandar. Kita masih mengembangkan kasusnya untuk memburu jaringannya yang lain,” tegas Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar melalui Kasubdit III/Jatanras, Kompol Taryono Raharja, Kamis (19).

Taryono menyebut, penangkapan dilakukan pihaknya atas informasi masyarakat yang sudah sangat resah dengan praktik togel tersebut, karena sering beroperasi secara terbuka di warung-warung kopi.

Awalnya, sambung Taryono, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka Roman Sinaga (55), warga Kampung Baru Sudiomulio I, Desa Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun di sebuah warung kopi depan kediamannya, Kamis (19/3).

“Tersangka jurtul ini mengaku mampu memperoleh omset Rp 600 ribu dalam setiap puturan togel yang dilakoninya,” terang mantan Waka Polres Tanjung Balai tersebut.

Ketika diinterogasi, lanjutnya, tersangka Roman Sinaga mengaku, menyetorkan hasil omset yang diperolehnya kepada bandar bernama Hendrik Sinaga (51), warga Jalan Tanah Jawa, simpang Nagojo, Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

‘Nyanyian’ Roman Sinaga langsung disikapi petugas dan berhasil menangkap Hendrik Sinaga di kediamannya sekira pukul 14.30 WIB. Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti.

Kepada petugas, Hendri Sinaga mengakui perannya sebagai bandar togel dengan omset kisaran Rp 6 juta setiap putarannya.

“Tersangka Hendrik Sinaga ini kita duga kuat sebagai bandar karena memiliki 6 jurtul di wilayah Simalungun,” ujar Taryono.

Hingga kemarin petang, kedua tersangka masih diperiksa intensif di Subdit III/Jatanras. Polisi menyita barang bukti 2 unit handphone (HP) Nokia putih, 1 unit HP Nokia hitam berisikan pesan nomor pasangan togel dan uang Rp 750.000. Keduanya dijerat Pasal 303 KUHPidana tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman lima tahun.(edi)