Antisipasi Dampak Virus Corona, Kemenkeu Longgarkan Lartas untuk 500 Importir

fokusmedan : Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melonggarkan ketentuan barang impor untuk komoditas yang masuk daftar larangan terbatas (lartas). Kebijakan ini sebagai stimulus bagi pelaku industri Tanah Air yang terdampak virus corona.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi, menjelaskan ketentuan ini hanya berlaku untuk 500 importir dengan reputasi baik yang masuk dalam daftar Authorized Economic Operator (AEO) dan mitra utama.

“Iya untuk sementara ini baru lartas. Tapi ini siginifikan, karena importir AEO dan mitra utama itu, atau reputable trader ini jumlahnya meskipun cuma 500, dia berkontribusi terhadap 35 persen seluruh total impor. Dan kalau itu spesifik bahan baku, pasti di atas 40 persen,” kata dia di Jakarta, Selasa (3/3).

Dia berharap dengan kelonggaran izin impor komoditas lartas, industri di Indonesia dapat memulihkan pembelian bahan baku yang sempat terhenti akibat virus asal China tersebut. Dengan demikian, para pelaku industri dapat kembali melakukan proses produksi secara normal.

“Kita tidak ingin membebani para pelaku industri ini (saat ada virus corona), supaya mereka production-nya bisa lebih efisien, dan bisa nanti untuk ekspor. Saya kira tujuan utamanya kesitu ya. Bisa memberikan support dalam situasi yang tidak mudah seperti ini,” jelas dia.

Kemudahan Impor diberika  di Aspek Pre-Clearance

Heru menambahkan, kemudahan impor akan diberikan dari sisi pre-clearance. Dengan kata lain, izin bisa diberikan secara otomatis melalui sistem elektronik. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelumnya, di mana para importir harus izin terlebih dahulu kepada Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan.

“Yang dilakukan sekarang itu memangkas proses itu, sehingga ini bisa diberikan secara super fast track,” imbuh dia.

Dia menyebut kebijakan izin impor tersebut bisa dimulai dalam minggu ini. Nantinya, tim dari DJBC Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan akan membahas teknis pemberian kelonggaran impor itu.

“Saya sudah kontak dengak pak dirjen daglu. Besok tim kami akan bicara level teknis. Mudah-mudahan bisa dalam hitungan hari,” tandas dia.(yaya)