Strategi Bank Indonesia Deprediksi Bisa Kembalikan Rupiah di Bawah Level Rp14.400/USD

fokusmedan : Bank Indonesia memiliki tiga strategi dalam menghadapi pelemahan perekonomian global akibat penyebaran virus corona. Lewat tripel intervention atau tiga intervensi yaitu spot, pembelian SBN dan DNDF.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan langkah yang diambil Bank Indonesia merupakan upaya stabilisasi di tengah keluarnya aliran modal asing saat ini. Kebijakan ini juga dapat memengaruhi pasar keuangan.

“Domestik kita juga masih terukur, artinya jadi salah satu dampak dari respon stabilitas yang dikeluarkan Bank Indonesia lewat 3 intervensi tadi,” kata Josua di Hotel Trans, Bandung, Sabtu (29/2).

Bila hal ini tidak dilakukan bank sentral, dia memprediksi nila Rupiah akan jauh terdepresiasi atau melemah. Namun, jika kebijakan ini terjaga di kuartal I atau di awal atau akhir kuartal II, Rupiah akan kembali pada fundamentalnya.

Sat ini, pelemahan Rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen ril global yang cenderung negatif. Sehingga untuk masa ini sifatnya tidak akan lama atau temporer.

“Jadi akan kembali pada level fundamentalnya,” kata Josua.

Saat ini jika melihat jumlah utang luar negeri di Moody’s, posisi Indonesia masih dalam rating utang yang sama. Semua terkonfirmasi tidak ada penurunan rating.

Ini semakin meyakinkan fundamental ekonomi nasional masih lebih baik. Sehingga arah pasar keuangan kita termasuk nilai tukar akan kembali ke fundamentalnya.

“Khususnya Rupiah, kalau sudah terkonten saya pikir sudah mulai bisa di bawah Rp14.000,” kata Josua.(yaya)