DPR Harap Arab Saudi Gratiskan Perpanjangan Visa Umrah Jemaah Indonesia

fokusmedan : Ribuan jemaah asal Indonesia gagal berangkat umrah ke Arab Saudi. Ini terjadi setelah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menghentikan sementara visa umrah guna mencegah merebaknya wabah corona.

Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolbi Lubis mendorong pemerintah segera membuka komunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi yang ada di Jakarta. Arab Saudi diharapkan membuat kebijakan baru dengan memperpanjang visa umrah jemaah Indonesia yang gagal berangkat tanpa biaya atau gratis.

“Kita akan bicara dengan kedutaan supaya yang sudah dapat visa karena lewat batas waktu itu nanti tidak bayar, gratis. Kita akan perjuangkan,” kata Iskan di Kawasan Wahid Hasyim Jakarta, Sabtu (29/2).

Iskan meyakini Arab Saudi akan memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia yang gagal berangkat untuk memperpanjang visa umrah. Sebab, penghentian sementara visa umrah merupakan kebijakan mendadak yang diambil Arab Saudi.

“Ini kan Saudi juga paham karena kebijakan dia. Kita usahakan, kita usahakan, Insya Allah siap,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah, Joko Asmoro mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi sudah membuka komunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Namun, hingga saat ini Arab Saudi belum memberikan kepastian soal perpanjangan visa umrah.

“Hanya saat ini belum dapat kepastian adalah masalah proses visa karena biaya visa cukup tinggi. Sekitar USD 195-200 untuk visa termasuk insurancenya,” ujar Joko.

Joko khawatir masa berlaku visa bagi jemaah umrah segera berakhir. Apalagi masa berlaku visa umrah hanya 15 hari terhitung sejak ditertibkan oleh Arab Saudi.

“Setelah 15 hari langsung harus diperpanjang lagi. Nah ini yang belum dapat. Apakah mati atau setelah reschedule boleh diextend atau diperpanjang lagi,” ucapnya.

Pelarangan sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi berdampak pada penumpukan jemaah asal Indonesia. Sedikitnya, ada ribuan jemaah calon umrah yang tertahan akibat penutupan penerbangan jemaah umroh tersebut di Bandara internasional Soekarno-Hatta, kamis (27/2).

Pengurus travel umrah Tunas Rizky Semesta, Eko Sulistio menjelaskan, sebelumnya tidak pernah dikabarkan terkait penutupan penerbangan ke Arab Saudi.

“Sampai tadi pagi tidak ada kabar, kelompok terbang pertama kami sebanyak 30 orang sudah cek in, masukin bagasi, boarding, saat sudah di udara kira-kira baru sampai Lampung, kami terima kabar kalau penerbangan ke Madinah ataupun Jeddah ditutup,” jelasnya.(yaya)