Menpan-RB Sebut ASN yang tidak Kompeten enggak akan Dipindah ke Ibu Kota Baru

fokusmedan : Menteri Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo, menyatakan seluruh atau sekitar 1,8 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan pusat akan dipindahkan ke ibu kota baru. Pemindahan dilakukan sekitar 3-4 tahun lagi, jika semua sudah siap.

Pernyataan Tjahjo tersebut disampaikan seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel Solo, Rabu (26/2). Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan seluruh pegawai kementerian lembaga yang ada di pusat.

“Yang perintah Bapak Jokowi harus dipindahkan semua, kecuali yang pensiun, kecuali yang kompetensinya tidak ada. Karena kami membangun smart government, smart office, sehingga kompetensi-kompetensi itu ada. Secara roadmap sudah selesai, akan kami kirim ke kementerian lembaga lewat menteri dan semua setjen, mendata ASN-nya. Pada harinya pindah ya pindah, soal harinya kapan kan masih 3-4 tahun,” katanya.

Terkait permukiman, Tjahjo mengaku pemerintah sudah mempersiapkannya. Namun yang menyusun adalah Bappenas dan Kementerian PUPR. Termasuk juga Perhubungan, alat transportasinya.

“Enggak boleh, 1,8 juta orang nanti seenaknya boleh beli mobil sendiri, enggak bisa. Akan mengganggu keruwetan kota, transportasi umum,” katanya.

Tjahjo mengaku saat ini ASN sudah siap untuk pindah. Sehingga tinggal mencari guru serta tenaga kesehatan. Saat ini, lanjut politisi PDIP keahiran  Solo itu, 4,3 juta yang mendaftar ASN, nantinya yang diterima hanya 150 ribu orang.

Tjahjo mengaku belum mengetahui skema untuk kepemilikan tempat tinggal bagi pegawai di ibu kota baru. Sebab, pemindahan ibu kota baru ditangani lintas lembaga.

“Pemindahan 1,8 juta ASN, belum termasuk anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) Polri, dan kejaksaan. ASN menjelang pensiun dan tidak memiliki kompetensi tidak kita ikutkan,” pungkas dia.(yaya)