Menkes Terawan Sebut Peserta Karantina Corona Dapat Sertifikat Kesehatan

fokusmedan : Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau telah kembali ke kampung halaman masing-masing. Kepulangan mereka juga disertai sertifikasi sehat dari Kementerian Kesehatan.

“Kami lengkapi sertifikat sehat usai observasi,” kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2).

Terawan memastikan tidak ada kekhawatiran adanya gangguan kesehatan terhadap peserta observasi. Bahkan, kata dia, perwakilan dari World Health Organization (WHO) turut mengantar kepulangan peserta observasi dari Natuna ke Jakarta.

Ia menjamin, selama dua minggu lamanya ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan dalam kondisi sehat setibanya di kampung halaman.

“Beliau juga terharu bagaimana saudara kita selesaikan masa observasi dengan baik dan tetap sehat,” tukasnya.

Meski penyebaran virus Corona menjadi momok dunia, namun dukungan untuk saling menguatkan terus mengalir bagi orang yang menjalani observasi.

Sekitar 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusiasme melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.

“Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang, tapi ternyata yang mau ikut banyak sampai 150 orang,” kata Ketua RT 01 Kota Tua Penagi, Suprianto di Natuna.

Warga berkumpul di sekitar hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, tempat 238 WNI dari Wuhan diobservasi. Kota Tua Penagi, merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. Awalnya, warga sempat menolak kehadiran WNI dari Wuhan untuk diobservasi di lingkungan tempat tinggalnya.

Dan kini, setelah 14 hari masa observasi, masyarakat Penagi ikut gembira karena seluruh WNI dalam kondisi sehat.

“Hari ini hari terakhir mereka. Kami memberikan ucapan selamat jalan. Selamat berkumpul dengan keluarga,” kata dia dilansir dari Antara.

Ketua RT 01 itu tidak menampik, warganya sempat ketakutan dan panik, sampai 29 KK memutuskan mengungsi ke daerah lain. Namun begitu, ia meminta WNI dari Wuhan dan masyarakat Indonesia memaklumi kekhawatiran warga saat itu.

“Yang lalu, kami berdemo jangan dibilang tidak NKRI, tidak ada rasa manusiawi. Itu karena informasi kurang, itulah yang kami rasakan,” kata dia.

Di tempat yang sama, warga Pering, Heti juga bergembira melepas WNI dari Wuhan.

“Alhamdulillah mereka enggak sakit. Bisa pulang berarti dalam kondisi sehat,” kata dia, yang lokasi rumahnya sekitar 2 Km dari Lanud Raden Sadjad.(yaya)