Pedagang Bunga di Arab Saudi Akui Penjualan Meningkat Saat Hari Valentine

fokusmedan : Dua tahun lalu di Arab Saudi, toko-toko dilarang menjual mawar merah dan boneka beruang untuk merayakan Hari Valentine. Dahulu merayakan hari kasih sayang bisa dibilang sebagai tindakan ilegal, karena dinilai tidak sesuai nilai-nilai Islam.

Namun semua berubah saat kabinet mengeluarkan dekrit yang membatasi Komite Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan pada tahun 2016, sehingga orang-orang Saudi mulai merayakan Valentine sejak saat itu.

Bahkan pada pekan ini, sebuah surat kabar lokal menerbitkan panduan makan untuk merayakan Hari Valentine dan toko bunga juga disibukan melayani pesanan karangan bunga romantis.

Faisal Al Himedi, pedagang di sebuah toko bunga di Jeddah, mengatakan banyak hal yang berubah dengan cepat. Dia mengatakan penjualannya meningkat saat momen Valentine.

“Ada perbedaan besar penjualan dari tahun-tahun sebelumnya hingga tahun ini. Lingkungan menjadi lebih terbuka dalam beberapa tahun terakhir terkait Hari Valentine, sehingga penjualan pasti naik,” kata Faisal kepada Alarabiya, dikutip Jumat (14/2).

Sebelum larangan dicabut, orang-orang yang ingin mengirim bunga atau hadiah kepada orang yang mereka cintai biasanya memesan jauh hari kepada pemilik toko. Biasanya toko tersebut akan menjual mawar dan barang-barang berbentuk hati dengan harga yang sangat tinggi.

“Harga mawar dan hadiah telah turun tajam sejak larangan mereda,” kata Rania Hassan, seorang penduduk Riyadh kepada Alarabiya.

“Anda tidak pernah melihat orang mengenakan pakaian merah di saat Hari Valentine. Bahkan jika orang-orang berpakaian merah secara kebetulan, polisi agama biasanya akan menghentikan mereka,” tambahnya.

Surat kabar harian Saudi, Arab News, bahkan mencatat beberapa restoran yang memungkinkan para tamu untuk merayakan Hari Valentine, termasuk yang akan menawarkan menu dengan tema khusus hari kasih sayang ini.(yaya)