Gunung Merapi Erupsi Pagi Ini, Semua Jalur Pendakian Ditutup

fokusmedan : Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah mengalami erupsi pagi ini, Kamis (13/2). Erupsi terjadi tepatnya pada pukul 05.16 WIB dengan amplitude 75 mm dan durasi 150 detik. Tinggi kolom erupsi tercatat sekitar 2.000 meter idengan arah angin ke arah Barat Laut.

Merapi mengalami kenaikan aktifitas vulkanik dan naik ke status Waspada atau Level II sejak 21 Mei 2018. Mulai saat itu Balai Besar Taman Nasional Gunung Merapi juga sudah menutup seluruh jalur pendakian dan mengimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

Sebelumnya, Gunung Merapi tercatat juga mengalami erupsi pada Senin, 14 Oktober 2019 pukul 16.31. BPPTKG mengatakan awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitude 75 milimeter. Kolom erupsi diperkirakan setinggi 3.000 meter dari puncak Merapi dan mengarah ke Barat Daya.

Jalur Pendakian Gunung Merapi Ditutup

Dikarenakan naiknya aktivitas vulkanik Merapi tersebut, hingga hari ini, Kamis (13/2), pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Merapi masih menutup dan menjaga ketat seluruh jalur pendakian Gunung Merapi.

Seperti yang diungkapkan Kasubag TU Balai Besar Taman Nasional Gunung Merapi, Akhmadi perihal status pendakian gunung Merapi yang masih ditutup sejak Mei 2018. Pihaknya mengatakan bahwa jalur pendakian akan dibuka kembali tetapi menunggu BPPTKG menurunkan status Merapi menjadi normal.

Alasan Ditutup

Penutupan ini dilakukan untuk mencegah bahaya yang mengancam para pendaki. Berkaca pada letusan freatik pada 2018 lalu, saat itu BPPTKG masih menyatakan pendakian akan aman untuk dilakukan.

Pada hari itu ada sekitar seratusan pendaki yang berada di Pasar Bubrah, namun keesokan harinya tiba-tiba terjadi letusan freatik. Hal inilah yang membuat pihak pengelola gunung Merapi masih menutup seluruh jalur pendakian hingga saat ini.(yaya)