Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma

fokusmedan : Banyak orang yang kebingungan membedakan gejala anatara flu atau selesma dengan Novel coronavirus (2019-nCoV) atau biasa disebut virus corona. Keduanya memiliki gejala yang disebut sama sehingga sulit dibedakan.

Walaupun begitu, dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengungkapkan bahwa selesma, flu, maupun infeksi virus corona tetap memiliki perbedaan secara gejala infeksi.

Dalam pemaparannya di sebuah temu media di Cikini, Agus mengungkapkan bahwa selesma atau common cold umumnya disebabkan oleh virus seperti rhinovirus atau human coronavirus. Sementara flu, disebabkan oleh virus influenza.

“Biasanya flu lebih cepat. Kalau dia gejalanya cepat seperti demam, sakit kepala atau pinggang, bahkan nyeri-nyeri sendi, lemas, ini biasanya influenza,” kata Agus yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP-PDPI) ini.

Common Cold dan Infeksi Novel Coronavirus

Sementara itu, common cold biasanya disertai dengan nyeri tenggorokan, meriang, terbatuk-batuk, serta hidung mampet bahkan di kedua bagiannya sehingga harus bernapas dari mulut.

“Ini modelnya rhinovirus atau coronavirus. Biasanya kalau influenza lebih ringan,” kata Agung menjelaskan. Di sisi lain, untuk novel coronavirus, gejalanya hampir mirip dengan keduanya. Namun di sini, ada satu gejala khas yaitu sesak napas.

“Nah, yang terbaru ini ada gejala disertai dengan diare. Kalau flu biasa jarang-jarang ada diare,” kata Agus. Yang pasti, gejala umum dari infeksi novel coronavirus adalah batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

“Dan pada kasus yang lebih berat, lama-lama akan terjadi progresivitas infeksi masuk ke paru, terjadilah pneumonia,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan virus corona baru, selesma dan influenza jarang menyebabkan pneumonia dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi novel coronavirus saja yang bisa berlanjut ke pneumonia bahkan mampu berakhir dengan kematian.

“Sama seperti SARS, MERS-CoV, juga komplikasinya cepat yang berlanjut jadi pneumonia,” tandasnya.(yaya)