Harga Bawang Putih Melejit, Pemkot Solo Minta Pemerintah Buka Kran Impor

fokusmedan : Melambungnya harga bawang putih di pasar tradisional Kota Solo akibat dihentikannya impor dari China membuat masyarakat resah. Pemerintah Kota Solo mendesak pemerintah pusat kembali membuka kran impor bawang dari negeri yang sedang diserang wabah virus corona itu.

“Mengenai bawang putih ini kemarin sudah diprediksi bahwa akan ada kenaikan harga akibat merebaknya virus Corona. Kami sudah meminta pemerintah pusat agar kran impor tetap dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi, Rabu (5/2).

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja. Selain itu TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) sudah bersikap dengan melakukan sidak dan rapat beberapa waktu lalu.

“Kalau terkait stok bawang, saya dapat informasi dari Pemerintah Provinsi bahwa sejauh ini stok barang masih aman namun memang tidak disampaikan stok akan sampai kapan,” katanya.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menambahkan nantinya akan ada semacam Bulog kecil untuk menjaga stok komoditas pokok khususnya bawang putih, bawang merah, dan cabai.

“Ke depan kami punya stok sendiri namun memang terbatas beberapa item saja. Ini juga bisa untuk mengetahui penyaluran rantai distribusi, kalau biasanya kan dari produsen ke pengepul, baru kemudian ke pedagang dan selanjutnya ke masyarakat,” jelasnya.

Harga Bawang Putih Naik Dua Kali Lipat

Harga bawang putih impor dari China di pasar tradisional di Makassar melambung tinggi dengan kenaikan nyaris mencapai 100 persen atau dua kali lipat. Seperti yang terjadi di Pasar Terong, harga bawang putih sebelumnya Rp30.000 per kilogram, kini menjadi Rp55.000 per kilogram.

Haji Ancu, (40), salah seorang penjual bawang putih eceran yang ditemui di Pasar Terong mengatakan, harga bawang putih dia jual sesuai harga yang dilepas oleh penjual besar.

“Saat ini penjual besar lepas harga bawang putih Rp50.000 per kilogram maka saya jual eceran Rp55.000 per kilogram. Sebelumnya harga masih Rp30.000 per kilogram. Harga naik sejak dua pekan lalu, mungkin gara-gara bawang putih dari China sudah tidak boleh masuk karena virus corona itu jadi persediaan berkurang. Karena rata-rata bawang putih yang dijual di sini itu dari China,” tutur Haji Ancu, Rabu, (5/2).

Dia mengaku beli bawang putih ke penjual besar itu tiap tiga hari sebanyak 10 karung isi masing-masing 20 kilogram. Namun, karena harga saat ni tinggi, Ancu juga menurunkan pembelian.

“Harapan kami, bawang putih tetap banyak masuk supaya harga tidak tinggi. Soal virus corona, itu urusan Menkes,” ujar Haji Ancu.

Sementara itu, Daeng Arsyad, (43), salah seorang pemilik warung coto makassar di kawasan Pasar Terong mengaku cukup kewalahan dengan naiknya harga bawang putih. Padahal bawang putih salah satu bahan utama bumbu coto.

“Iya harga naik tapi tetap dibeli karena bawang putih harus ada. Soal harga coto, tetap. Saya tidak naikkan karena pembeli nanti yang lari,” ujar Daeng Arsyad yang berharap harga bawang putih bisa normal kembali.(yaya)