Impor Produk China Dihentikan, Kadin Minta Ada Transisi Perdagangan

fokusmedan : Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani meminta adanya transisi yang memadai, dalam kebijakan penghentian sementara impor komoditas dari China terkait wabah virus corona.

“China selama ini memiliki market share terbesar untuk menyuplai produk buah dan sayuran impor ke Indonesia, sehingga apabila dihentikan harus ada proses transisi yang memadai,” kata Shinta di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (4/2).m

Menurutnya, waktu penghentian impor harus diatur agar ada transisi yang baik sehingga pelaku usaha bisa mengatur peralihan perdagangan dengan mencari substitusi impor dengan baik.

CEO Sintesa Group ini menyampaikan, transisi tersebut penting bukan hanya untuk meminimalisir kerugian di pihak pelaku usaha, tetapi juga untuk memastikan tidak ada kekosongan atau kekurangan pasokan pangan di pasar yang hanya akan membuat lonjakan harga pangan bagi masyarakat.

Hal itu perlu diantisipasi, mengingat tidak semua negara bisa mengekspor substitusi produk yang dilakukan China ke Indonesia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Adapun produk yang dibutuhkan dari China sedianya bisa disubstitusi dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Thailand, Australia, dan Myanmar.

Berdampak ke Sektor Ritel

Dia menambahkan, dampak yang lumayan besar diprediksi akan terjadi di sektor ritel, karena buah dan sayur yang biasa diimpor dari negeri tirai bambu, akan langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Produk impor dari China antara lain buah dan sayur subtropis seperti apel, pir, anggur jeruk, dan bawang-bawangan.

Saat ini, pelaku usaha masih perlu memastikan apakah alternatif pasokan tersebut bisa dilakukan seperti China yang biasa mengekspor dalam jumlah besar dan singkat.

“Kalau reaksi pasar terlalu volatile, kami sarankan pemerintah memberikan imbauan saja agar pasar secara sadar menahan diri untuk mengonsumsi produk pangan impor dari China atau memberikan treatment khusus sebelum dikonsumsi, misalnya dengan mencuci bersih semua buah dan sayur sebelum dikonsumsi,” ujar Shinta.(yaya)