Rapat dengan DPR, Panglima TNI Curhat Butuh Dana Kontijensi Bencana

fokusmedan : Komisi I DPR menggelar rapat dengan Panglima TNIĀ Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo. Dalam rapat itu, salah satu yang disinggung yakni terkait kebuthan dana kontijensi bencana.

Panglima TNI mengaku memerlukan dana kontijensi bencana. Sebab, dalam setiap terjadinya bencana, TNI yang paling depan membantu warga.

“Ketika ada bencana misalnya yang terjadi di Lombok, Palu, Selat Sunda dan bencana Karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Yang datang pertama kali adalah TNI. Setelah itu TNI akan menghadapi satu masalah karena TNI tidak mendapatkan dana kontijensi,” kata Hadi di Raker bersama Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (30/1).

Selama ini, Hadi mengatakan, TNI bekerja sama dengan Polri. Namun demikian, Hadi menekankan pentingnya dana Kontijensi bencana bagi TNI.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo mendukung langkah Panglima TNI. Dia setuju, TNI memiliki dana Kontijensi bencana.

“Kami mendukung penuh agar TNI mendapatkan dana kontijensi. Karena TNI lah yang pertama datang ketika ada bencana. Sehingga selama ini harus menunggu dulu dukungan dari BNPB,” tambah Doni.

Doni juga mengakui, pihaknya sangat membutuhkan bantuan TNI dalam penanggulangan bencana. Terlebih belakangan ini, banyak terjadi bencana di Indonesia.

“Sejumlah kejadian di Tanah Air kita mengalami eskalasi peningkatan khususnya kekeringan, kebakaran hutan dn lahan, banjir dan tanah longsor sehingga kehadiran TNI sangat diperlukan,” kata Doni lagi.

Kirim Pasukan ke Australia

Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga melaporkan bantuan pemadaman kebakaran hutan yang terjadi di Australia. Dia telah mengirim personel ke negeri Kanguru tersebut.

“Lalu terkait bantuan ke Australia, setelah dihitung kita memerlukan 36 orang, akan menggunakan alat berat yang akan kita gunakan di Australia,” jelas Hadi.

Dia menjelaskan apa saja tugas TNI dalam membantu pemadaman kebakaran hutan di Australia. Salah satunya memperbaiki jalan yang rusak akibat kebakaran.

“Tugas kita adalah menormalkan kembali jalan yang rusak dan kanal yang rusak. Pakaiannya pun khusus, tidak seperti di Indonesia yang bisa pakai singlet. Kalau di sana kan cuacanya tidak bisa diprediksi. Untuk itu minimal TNI mempunyai dana kontijensi,” jelas Hadi lagi.

Hadi belum tahu secara pasti sampai kapan personel TNI berada di Australia. Namun dia menambahkan, kemungkinan pasukan TNI akan tetap di Australia sampai bencana kebakaran hutan tersebut selesai.

“Jadi kita akan terus pantau keadaannya. Kita tidak dapat memprediksi hal itu,” tutup Hadi.(yaya)