Virus Corona Renggut 106 Jiwa, DPR Sarankan Pemerintah Tetapkan Siaga Satu

fokusmedan : Sebanyak 106 orang meninggal akibat virus Corona hingga hari Selasa (28/1). Virus ini sudah menyebar dari China, Eropa, Amerika hingga Singapura dan Malaysia.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni berharap Pemerintah bergerak cepat ambil tindakan preventif masuknya virus Corona ke wilayah Indonesia melalui bandara udara maupun pelabuhan laut. Dua jalur tersebut sangat berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran virus.

“Pemerintah disarankan tetapkan siaga satu dengan diikuti langkah-langkah konkret berupa melakukan pengecekan terhadap manusia, hewan maupun barang yang masuk lewat banda maupun pelabuhan,” kata Sahroni (28/1).

Dia menuturkan, jika perlu seluruh pesawat dan kapal yang transit maupun berlabuh di bandara serta pelabuhan Indonesia dilakukan penyemprotan disinvektan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona dari negara lain.

“Kementerian kesehatan, imigrasi, bea cukai, dan Polri harus bersiaga dan bersinergi melakukan cegah tangkal jangan sampai ada orang, hewan maupun barang yang terindikasi membawa virus lolos masuk ke Indonesia,” tutur Sahroni.

Dia juga menyarankan seluruh kepala daerah memberikan informasi dan data terkait penyebaran virus Corona di wilayahnya. “Dimana pusat informasinya, siapa-siapa pihak yang bisa dihubungi, call centernya, semua harus diinformasikan kepada masyarakat luas mengingat begitu berbahayanya virus ini,” ujar Sahroni.

Menurut dia, langkah Polri melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) yang aktif terlibat dalam sosialisasi dan pencegahan masuknya virus Corona patut diapresiasi. Sahroni mengimbau Polri memaksimalkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) untuk sosialisasi siaga virus Corona.

“Semua Kapolda harus menginstruksikan jajarannya untuk memaksimalkan peran Bhabinkantibmas. Sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkantibmas harus reaktif mensosialisasikan bahaya virus Corona,” jelas Sahroni.(yaya)